Ini alasan bulan puasa disebut Ramadan
Dalam artian bebas, Ramadan adalah membakar dosa.
Ramadan adalah bulan yang dahsyat. Pada bulan Ramadan segala keberkahan Allah SWT turunkan kepada umat muslim yang menjalankannya dengan ikhlas. Contohnya, setiap satu ayat Alquran dilantunkan saat bulan Ramadan, maka pahala yang diraih berlipat.
Begitu juga dengan zikir dan semua kebaikan yang bernilai ibadah. Dengan derasnya pahala yang dijanjikan Allah SWT, maka setiap umat muslim gencar melakukan kebaikan di bulan Ramadan. Tapi satu hal yang belum banyak diketahui ialah nama dari Ramadan. Mengapa bulan puasa diberi nama Ramadan?
Berdasarkan buku Keistimewaan Puasa Menurut Syariat & Kedokteran karangan Syeikh Mutawalli Sya Rawi, menerangkan bahwa kalimat Ramadan terdiri dari huruf ra, maa, dan dhad. Semua itu menunjukkan arti panas.
1. Kalimat Ramadha al-insan artinya tenggorokannya panas karena kehausan
2. Kalimat Ramdha' artinya kerikil yang panas
3. Kalimat Ramadhat al-masyiah artinya panas yang menyerang telapak kakinya, dan tidak mampu meletakkannya kakinya di atas tanah.
Jadi, nama Ramadan diambil dari kata panas yang menyengat. Sepertinya orang-orang dahulu saat ingin membikin nama untuk bulan melihat cuaca ketika itu. Seperti menamakan bulan Ramadan saat musim panas, Rabi'ul Awal dan Rabi'ul Akhir kala bertepatan dengan musim semi. Jumadil Awal dan Jumadil Akhir saat cuaca sangat dingin sehingga air membeku.
Tapi bulan Hijriah merupakan berdasarkan bulan sehingga bulan Ramadan (yang diartikan panas) dapat terjadi pada musim dingin, panas, gugur atau semi.
Dalam artian bebas, Ramadan adalah membakar dosa.
Baca juga:
Polisi temukan daging sapi dioplos daging babi di Lubuklinggau
Ramadan, momentum tepat didik anak berbisnis
Bukan ditilang, pelanggar lalin di Aceh Besar diberi takjil gratis
Hormati orang berpuasa, Sheila Marcia rela tidak makan seharian
Cumi asam pedas, olahan seafood untuk berbuka puasa
Pelihara tradisi, tak ada jemaah perempuan di Masjid Arab Makassar
Sosiolog sebut asmara subuh sulit dihilangkan, sudah membudaya