Ingin TNI-Polri netral, Kopral Bagyo koprol di Suramadu
Aksi koprol Kopral Subagyo kali ini dilakukan di atas Jembatan Suramadu, untuk ingatkan TNI-Polri agar netral.
Berharap Pilpres 9 Juli nanti TNI dan Polri tetap netral sesuai instruksi pimpinan tertinggi TNI-Polri, seorang anggota Datasemen Polisi Militer IV/4 Surakarta, Jawa Tengah, Kopral Kepala Partika Subagyo Lelono (53), kembali menggelar aksi koprol atau berjalan dengan berguling-guling, Jumat (20/6).
Aksi koprol Subagyo yang kali ini dilakukan di atas Jembatan Suramadu, Surabaya itu, juga sekaligus memperingati HUT POM TNI AD. Sayang, Subagyo tidak mendapat izin dari manajemen Jembatan Suramadu. Sehingga dia terpaksa melakukannya di jalan sepanjang 1 kilometer di bawah jembatan penghubung Surabaya-Madura tersebut.
Dalam aksi koprolnya, dia ditemani tujuh anggota TNI lain dengan bertelanjang dada dan membawa bendera Merah Putih serta dua poster bertuliskan: HUT Polisi Militer Angkatan Darat Demi NKRI Pokok e TNI-Polri Netral dan FIFA World Cup Welcome to Indonesia.
"Tidak apa-apa. Mereka kan anak buah, harus taat pada perintah pimpinan. Lagi pula saya sebelumnya tidak minta izin terlebih dahulu, ini juga kan wilayah orang. Karena memang saya ingin membuat surprise, sesuai tema aksi ini," kata dia usai melakukan 100 koprol di bawah Suramadu.
Dia mengungkap, aksi yang dilakukan ini bukan yang kali pertama. Tahun lalu (2013), dia juga melakukan aksi yang sama di Solo. Subagyo koprol 1.046 kali di atas jalan sepanjang 5 kilometer.
"Kalau yang kali ini, untuk menyikapi instruksi pimpinan TNI, agar TNI-Polri harus netral di Pilpres nanti. Untuk itu mental harus kuat, agar tahan godaan. Jangan karena iming duit, TNI-Polri ikut-ikutan dukung-mendukung," katanya.
Kenapa harus dengan aksi koprol? "Ya kan TNI itu identik dengan fisik. Tiap hari kita berlatih fisik untuk memperkuat mental. Dengan mental yang kuat kita bisa tahan godaan. Makanya saya melakukan aksi dengan koprol," ucapnya.
Kendati batal koprol di Jembatan Suramadu, Subagyo tetap legowo dan menganggap aksi hari ini sebagai bentuk pemanasan untuk aksi Oktober mendatang, yang juga akan dilakukan di Jembatan Suramadu.
"Saya anggap ini pemanasan. Ini juga mendadak, jadi tidak ada izin. Oktober nanti saya akan kembali melakukannya di sini. Tapi saya akan meminta izin lebih awal," tandas dia.(mdk/hhw)