LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ingin saingi Solo, Pemkab Sragen gencar promosikan batik

Promosi tersebut dilakukan dengan cara mendatangkan desainer, model dan seniman batik nasional.

2015-06-06 15:25:00
batik
Advertisement

Pemerintah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah gencar melakukan promosi batik. Kekayaan potensi berupa ribuan perajin dan motif asli daerah, membuat kabupaten ini ingin bersaing dengan Solo yang sudah jauh lebih awal mendapatkan julukan sebagai kota batik. Promosi tersebut dilakukan dengan cara mendatangkan desainer, model dan seniman batik nasional.

Para desainer, model dan seniman batik tersebut diberikan kesempatan untuk melihat dan menggali kekayaan alam dan batik di kota yang dijuluki dengan istilah Bumi Sukowati itu. Selain menggelar fashion show, mereka juga mendapatkan kesempatan berfoto di Museum Sangiran dan mengunjungi sentra perajin batik di desa Plupuh dan Masaran.

Bupati Sragen, Agus Faturachman mengklaim wilayahnya mempunyai potensi batik yang luar biasa. Sragen, kata Agus mempunyai 15.000 pembuat batik tersebar di semua wilayah kabupaten. Dalam setahun mereka mampu menghasilkan batik jenis katun sebanyak 50.000 potong dan batik jenis sutera dari alat tenun dan bukan mesin, jumlahnya sebanyak 365.000 potong.

Meski motif yang dihasilkan hampir sama dengan Solo dan Yogyakarta, namun Agus mengklaim apa yang dihasilkan pembatik Sragen sebenarnya lebih unggul. Namun potensi tersebut selama ini belum dieksplore dan tertutup kejayaan batik Pekalongan, Yogyakarta dan terutama batik Solo.

"Salah satu ikon Sragen yang sering kali terlupakan karena tertutup kebesaran Solo, Pekalongan dan Yogyakarta adalah batik kita. Kami sengaja akan meng-eksplore kekayaan batik kami yang luar biasa ini dalam kegiatan fashion show, sekaligus memperingati ulang tahun kabupaten yang ke 269," ujar Agus, saat akan membuka acara 'Sragen Fashion Batik & Craft 2015', di Alun-alun Sasono Langen Putro, Sabtu (6/6).

Agus mengakui para perajin di daerahnya tidak mempunyai kapasitas untuk mendesain produk batik untuk dipasarkan secara nasional. Namun dengan didatangkannya puluhan desainer dalam acara tersebut ia berharap bisa menginspirasi ribuan perajin, agar bisa mengangkat citra batik Sragen agar menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

"Ini harus bisa menginspirasi para perajin batik di Sragen, agar terus berkarya, mengangkat citra dan mengeksplor batik kita. Agar paling tidak bisa menjadi tuan rumah di negara Republik Indonesia," ucapnya.

Sementara itu dalam acara 'Sragen Fashion Show Batik & Craft 2015' yang digelar pada Selasa (2/6) malam nampak meriah. Tata panggung yang megah didukung oleh cuaca malam yang cerah serta tata lampu yang indah, membuat suguhan desain busana batik oleh peragawati lokal dan nasional menjadi sangat menarik.

Sejumlah desainer kenamaan yang ikut memamerkan desain-desain batik nan menarik di antaranya Rudi Chandra, Eko Tjandra, Robin Karebet, Sikie Purnomo, Rory Wardana, Ayok Dwipanca, Rendi Hapsanto, Lia Mustafa, Tuti Adib dan Bramanta Wijaya. Mereka menampilkan batik lokal dari perajin Sragen.

Tak kurang ada 124 busana batik asli Sragen rancangan desainer lokal dan nasional yang diperagakan oleh 34 model. Dalam acara tersebut panitia juga mendatangkan Annisa Ananda Nusyirwan, Miss Earth Indonesia 2014. Gadis cantik kelahiran Padang, 14 Agustus 1991 tersebut tampil mengenakan gaun yang sama sewaktu dia memenangkan Best in National Costume Asia tahun lalu.

"Saya sangat terkesan dengan kekayaan kerajinan batik di Sragen, nanti setelah ini saya akan belanja batik yang banyak. Saya pesan kepada kaum muda di sini, mari kita cintai batik," katanya.

Salah satu desainer kondang asal Kota Solo Rory Wardana mengakui potensi batik di Kabupaten Sragen memang bagus dan memiliki kualitas yang sangat baik. Hal ini bisa dilihat dari batik yang mereka bikin sangat halus dan bagus.

"Kualitas kain dasar atau kain mori yang mereka gunakan sangat dijaga kualitasnya. Saya yakin batik Sragen akan bersaing dengan batik Solo, karena sangat halus. Batik Sragen akan mampu menciptakan pangsa pasar yang tinggi juga," ucapnya.

Dengan promosi seperti, meski baru pertama kali dan masih banyak masyarakat yang belum memahami, namun ia yakin lambat laun pasti akan dimengerti. Promosi dengan model fashion show dan sejenisnya, kata dia nantinya akan menjadi daya tarik promosi kota untuk dunia luar.

"Agar batik Sragen baik dan bisa moncer, yang harus dilakukan pemerintah kabupaten adalah mengadakan banyak event dan promosi di semua wilayah. Pemkab juga tidak boleh membatasi ruang lingkup masyarakat untuk berekspresi dengan batik. Misalnya, adakan lomba batik di wilayah desa, kecamatan atau kelurahan. Ini penting untuk memberikan apresiasi masyarakat yang sudah mencintai produk lokal," tandasnya.

Dalam acara 'Sragen Fashion Show Batik & Craft 2015' tersebut Rory menampilkan koleksi dengan judul 'Durgandini'. Karya-karya Rory ditampilkan dengan warna dasar putih. "Saya terinspirasi dari kecantikan Dewi Durgandini. Ia memiliki paras cantik dan menurunkan wangsa Kurawa dan wangsa Pandawa," tuturnya.

Rancangan Rory yang ditampilkan dalam acara tersebut berciri kebaya modifikasi, dengan bahan broklat lice, broklat corneli, dan tulle. Perpaduan gaya untuk kebaya juga sangat bervariasi, antara lain kebaya dengan bentuk klasik, kasual dan modern trendi.

Baca juga:
Tokoh Betawi: Ngamen pakai ondel-ondel tidak beri simpati
Ganjar: Di Jawa Tengah kering budaya dan musik
Gelar gebyar wayang, UI berharap budaya Indonesia setenar K-POP
Wagub Djarot: Pengamen pakai ondel-ondel harus ditangkap!

(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.