Ingin Ikut Demo di Jakarta, 24 Pelajar Tangerang Diamankan
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Sugeng menegaskan, 24 pelajar yang diamankan itu, didata dan dibina untuk kemudian mendapat pengawasan ketat dari orangtua dan guru di sekolahnya.
24 Pelajar SMP dan SMA terjaring penyekatan Polisi Polres Metro Tangerang. Mereka diamankan Kepolisian lantaran hendak pergi ke Jakarta, untuk melakukan aksi di depan gedung DPR RI.
Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Sugeng menegaskan, 24 pelajar yang diamankan itu, didata dan dibina untuk kemudian mendapat pengawasan ketat dari orangtua dan guru di sekolahnya.
"Hari ini kita mengamankan aksi dari kawan-kawan buruh dan pelajar, namun kita temukan beberapa anak pelajar yang akan berangkat ke DPR RI berjumlah 24 orang dan memang mereka korban dari ajakan dari medsos (Media Sosial) untuk berangkat ke Jakarta," jelas Kapolres Metro Tangerang, Rabu (7/10) malam.
Dia menyebutkan, anak-anak usia sekolah itu, bertekad berangkat ke Jakarta, karena seruan yang disebarkan melalui aplikasi pesan berantai di WhatsApp.
"Ada beberapa spanduk dan kita periksa handphone mereka mengikuti ajakan itu melalui grup WhatsApp. 24 pelajar ini 14 orang kita amankan dari wilayah Ciledug dan 10 dari wilayah Jatiuwung," ucap dia.
Namun begitu, anak pelajar tersebut, dipastikan tidak membawa senjata tajam atau benda tumpul lain yang bisa menimbulkan potensi bahaya.
"Kita tidak menemukan senjata tajam, namun mereka hanya ingin berkontribusi yang jelas mereka ingin melakukan aksinya di DPR RI," ucap Kapolres
Selanjutnya, ke-24 anak pelajar ini, dilakukan pendataan alamat tempat tinggal dan sekolah asal. Untuk selanjutnya diberikan pengarahan dari orang tua dan para guru di sekolah.
"kita upayakan memanggil orang tua agar mengetahui dan bisa memberikan pengarahan. Termasuk dari Dinas Pendidikan, untuk memberikan pembinaan kepada mereka karena mereka statusnya masih pelajar. Kemudian kita upayakan hari ini rapid test, karena mereka bergerombol, jangan sampai saat mereka kembali ke rumah atau ke sekolah ada yang membawa Covid-19," terang Sugeng
(mdk/eko)