LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Info visa berbayar, Dubes RI akan bahas dengan Kemenlu Saudi

Daftar jemaah yang ada di witing list juga tidak hanya yang belum berhaji karena ada juga yang sudah berhaji.

2016-09-09 15:32:37
Haji 2016
Advertisement

Dubes RI untuk Saudi Agus Maftuh mengatakan, bahwa sudah mendengar informasi seputar kebijakan baru Pemerintah Arab Saudi untuk menerapkan visa berbayar. Namun demikian, dia mengaku kalau informasinya belum pasti.

"Ini belum pasti, tapi saya dengar tanggal dua Oktober untuk umrah dan haji pertama kali gratis. Tapi untuk kedua dan seterusnya akan ada penambahan charge," kata Agus di Kantor Daker Makkah, Syisyah, Kamis (8/9).

Menurut dia, dari informasi yang dia dengar, tarif yang agak memberatkan adalah untuk visa ziarah. Dikatakan bahwa yang paling murah adalah 2 ribu riyal atau sekitar Rp 7 juta. "Kami sedang berkomunikasi dengan kemanlu nya Saudi terkait dengan hal ini karena itu adalah otoritas mereka," ujarnya.

Di tempat terpisah, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil mengatakan, belum bisa bersikap dan masih menunggu pengumuman resmi Pemerintah Saudi tentang ketentuan itu. Abdul Djamil mengaku sudah mendengar terkait ketentuan bahwa untuk perjalaan haji yang pertama kali adalah gratis, seterusnya baru dikenakan.

"Jadi kita tunggu kapan itu dimulai. Kalau sudah dimulai kita memikirkan seperti apa usulan kita. Apakah minta diperingan atau tidak perlu dikenakan biaya yang memberatkan. Kalau 2000 ribu kan lumayan," katanya.

Djamil menjelaskan, jemaah yang berangkat tahun ini ada juga yang sudah berhaji, meski jumlahnya tidak banyak. Untuk tahun ini, 98 persen jemaah belum berhaji, sisanya sudah. Daftar jemaah yang ada di witing list juga tidak hanya yang belum berhaji karena ada juga yang sudah berhaji.

"Hanya itu tidak kita prioritaskan. Kita berangkatkan pada pelunasan tahap kedua setelah tahap pertama kita kasih kesempatan kepada yang belum berhaji dan mereka tidak memanfaatkan," ujarnya.

"Komitmen kita adalah memberikan prioritas pada yang belum berhaji. Yang sudah berhaji dimohon pengertiannya," tambahnya.

Bahkan, lanjut Abdul Djamil, mulai tahun lalu, pihaknya telah mengeluarkan regulasi yang mengatur bahwa bagi jemaah yang sudah berhaji dan mau berhaji lagi, harus menunggu 10 tahun. Aturan ini dibuat untuk memberikan kesempatan kepada jemaah yang belum berhaji.

Baca juga:
Jejak pendiri NU KH Hasyim Asy'ari di Tanah Suci
Ketua DPR puji pelaksanaan haji tahun ini, tapi kritik tenda wukuf
Bukan tiru iklan rokok, Menag siapkan petugas haji formula 2-3-4
Ketua DPR: Penyelenggara haji nakal ditutup saja
Jelang puncak haji, Masjidil Haram penuh sesak
Obrolan santai Menag dan jemaah haji tertua Siti Mian
Total 143.627 jemaah haji Indonesia jalani rawat jalan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.