Indonesia Salurkan Bantuan Rp77 Miliar untuk Forum Negara Kepulauan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, pemerintah menyalurkan dana USD 5 juta atau sekira Rp77,6 miliar untuk pembiayaan program Forum Negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island States Forum (AIS Forum).
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan, pemerintah menyalurkan dana USD 5 juta atau sekira Rp77,6 miliar untuk pembiayaan program Forum Negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island States Forum (AIS Forum).
"Kita sudah ngasih 5 juta dolar untuk tahun ini. Yang tahun 2019 itu 1 juta dolar," kata Luhut saat membuka pertemuan keempat tingkat menteri dalam AIS Forum di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.
AIS Forum ini digelar sejak tanggal 5 hingga 6 Desember 2022, dan diikuti 21 negara. Tujuan forum ini untuk pemulihan pasca Pandemi Covid-19 berbasis ekonomi biru, pengembangan berkelanjutan dan kesehatan laut, serta terciptanya solidaritas antarnegara kepulauan.
Dana tersebut diperuntukkan untuk mendanai program-program AIS Forum selama lima tahun ke depan. Kemudian untuk negara-negara lainnya akan mengikuti dan juga berkontribusi.
"Iya nanti mereka lihat berapa (kontribusi dana). Jadi Indonesia tidak hanya sekadar inisiatif tapi kita buat, dan UNDP (Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa) juga memberikan kontribusi dan sebagainya," imbuhnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa AIS Forum sudah dibentuk sejak empat tahun lalu atau 2018. Pertemuan kedua digelar di Manado, Sulawesi Utara.
"Kita sudah lakukan berbagai kerja sama dengan negara-negara kepulauan ini. Banyak hal-hal kecil, kita tidak bicara hal-hal yang gede-gede yang puluhan miliar dolar, tidak. Kita bicara kecil, yaitu training karena negara kepulauan ini rata-rata development country," sebutnya.
"Ternyata pikiran ini diterima, ada 47 negara tapi rata-rata juga ada juga negara besar seperti Inggris ikut. Tapi kita fokusnya kepada negara berkembang. Hari ini, hadir 21 negara," tambahnya.
Anggota AIS Forum lainnya yang saat ini terdiri 47 negara yang merupakan negara berpendapatan kecil dan menengah, tetapi beberapa di antaranya merupakan negara maju, seperti Inggris dan Jepang.
Menteri Luhut juga mengatakan, dalam AIS Forum juga membahas berbagai macam program seperti startup, kebersihan laut, mangrove dan sampah plastik, training anak muda, pengembangan UMKM dan e-Katalog serta perubahan iklim.
"Kita banyak bicara UMKM. Jadi UMKM mereka belajar dari kita, belajar dari kesalahan kita, dan itu mereka senang sekali. Karena kemarin saya kasih presentasi yang sangat (menginspirasi) untuk bisa diterapkan di mereka," ujarnya.
"Misalnya e-Katalog itu menghemat dan itu kita dorong efisiensi. Sehingga nanti akan mengurangi korupsi karena semua melakukan transparansi. Saya katakan ini, leadership Presiden Joko Widodo selama delapan tahun terakhir dan kita lihat buahnya seperti ini," ujarnya.
(mdk/cob)