Incumben atau nama lain, PPP tunggu elektabilitas di Pilwali Kota Malang
Pihaknya juga mempertimbangkan hasil komunikasi politik dengan partai-partai lain, sebelum menjatuhkan rekomendasi. Hingga saat ini belum memutuskan antara mendukung incumben, Moch Anton atau nama lain.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) masih menunggu elektabilitas para calon yang akan maju di Pemilihan Wali Kota Malang.
Pihaknya juga mempertimbangkan hasil komunikasi politik dengan partai-partai lain, sebelum menjatuhkan rekomendasi. Hingga saat ini belum memutuskan antara mendukung incumben, Moch Anton atau nama lain.
"Masih berposes, kita masih melihat dari survey elektabilitasnya. Kedua komunikasi politik kita dengan partai-partai yang ada di kota Malang," ujar Romahurmuziy, Ketua DPP PPP di di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (8/12).
Tetapi, kata Romahurmuziy, partainya memastikan akan memilih calon yang paling dikehendaki oleh warga Kota Malang. Sebelum muncul keputusan dari partai, pihaknya juga membebaskan para pengurus DPD di Kota Malang untuk melakukan manuver apapun.
"Karena itu bagian dari komunikasi politik, tetapi pada saat partai memutuskan, tentu garis harus ada ketaatan garis komando," terangnya.
"Apakah itu incumben atau kemudian nama lain, masih kita tunggu tanggal mainnya," tegasnya.
Sebelumnya, PPP Kota Malang memutuskan bergabung dalam koalisi bersama PAN dan Partai Hanura. Ketiga partai sepakat mengusung Ketua DPD Hanura Kota Malang, Ananda Yaqud Qudban sebagai Walikota.
Ananda Gudban bersama Ketua DPC PPP Kota Malang, Heri Puji Utami, dan Ketua DPW PPP Jawa Timur, Musyaffa' juga bertemu Rohamurmuziy. Pertemuan membicarakan restu untuk pencalonannya sebagai kandidat bakal calon wali kota.
Ketua DPC PPP Kota Malang, Heri Puji Utami, mengatakan pertemuan tersebut membahas perihal rekomendasi partai untuk Pilkada Kota Malang. Proses menuju rekomendasi resmi sedang berjalan dari DPC maupun DPW.
"Rekom sedang proses dari PPP. Tinggal menunggu putusan DPP. Soal sosok Insya Allah partai sudah mendukung Mbak Nanda di Pilkada. Prosesnya sudah sekitar 90 persen tinggal menunggu surat resmi saja," ujar Bunda HP.
Dukungan Hanura-PAN-PPP makin memuluskan langkah Nanda untuk mendaftar sebagai Calon Wali Kota Malang resmi di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang.
Gabungan tiga partai itu mengoleksi sebanyak 10 kursi di DPRD atau melebihi ambang syarat pendaftaran pasangan calon ke KPU Kota Malang, yakni mininal dukungan dari partai politik atau gabungan partai politik berjumlah 9 kursi.
Baca juga:
PPP sebut sikap Trump soal Yerusalem picu amarah umat Islam dan Kristen
PPP sudah dapatkan sinyal duniawi di Pilgub Jatim, tinggal istikharah
PPP ancam tarik dukungan di Pilgub Jabar, ini respons Ridwan Kamil
PPP masih pertimbangkan Gus Ipul dan Khofifah di Pilgub Jatim
Disindir PPP, Emil sebut sedang cari cara tentukan calon pendamping