LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Imparsial: Penembakan di Papua terkait bisnis militer

"Agar militer lebih banyak lagi dikerahkan ke Papua, alasannya untuk meredam," ujar Poengky Indarti.

2012-06-07 16:24:22
Penembakan Papua
Advertisement

Lembaga swadaya masyarakat, the Indonesian human right monitor (Imparsial) menduga, pelaku penembakan misterius di Papua tidak dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka atau kelompok bersenjata sipil lainnya. Pelaku penembakan diduga dilakukan oleh orang terlatih dalam menggunakan senjata api dan pandai menghilangkan jejak.

"Kami menduganya begitu, karena kelompok bersenjata di Papua itu tidak terkonsolidasi dengan rapi, dan memiliki banyak keterbatasan. Berbeda dari GAM di Aceh," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti kepada wartawan di kantor Imparsial, Jakarta, Kamis (7/6).

Tujuannya, untuk menciptakan situasi onar dan ketakutan pada masyarakat. Mengingat pelaku penembakan tidak menyasar korbannya dengan maksud mendapatkan keuntungan.

"Jadi motif politik semakin kuat, mengingat stigma yang selalu dilabelkan pada Papua adalah daerah separatis," terangnya.

Lantas siapa dalang penembakan misterius di Papua? Poengky menduga ada unsur militer yang tidak bisa dipisahkan dari kasus itu.

Mengingat Papua kaya akan sumber daya alam, banyak perusahaan tambang khususnya perusahaan asing yang bercokol, mengeksplorasi hasil kekayaan bumi Papua. Mereka membutuhkan 'pengawalan' dalam jumlah besar agar aktifitas menggali tetap berjalan.

Maka yang dipilih adalah militer. Kemudian, bagaimana cara mengirim militer ke Papua? yaitu dengan skenario penembakan misterius.

"Agar militer lebih banyak lagi dikerahkan ke Papua, alasannya untuk meredam. Kalau memang pemerintah benar-benar memberantas penembak misterius, semua bisa beres. Tidak ingat dengan kehebatan militer dulu merebut Papua Barat dari Belanda?" Tegas Poengky.

PT Freeport sendiri dalam annual report atau laporan keuangan akhir tahunnya, jelas menyebutkan adanya pengeluaran dana untuk keamanan sebesar US$ 10 juta. "Perusahaan di sana terungkap Freeport mengeluarkan biaya untuk keamanan sebesar 10 juta US pertahunnya," pungkasnya.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.