Imbas Saracen, PKS dorong pemerintah percepat pembentukan BSSN
"Saya sampaikan supaya pembentukannya dipercepat karena permasalahan terkait cyber crime ini sangat mengerikan," kata Hidayat.
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid mendesak pemerintah segera mempercepat pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sebab, menurutnya, kondisi kejahatan siber telah masuk dalam tahap membahayakan.
Hal ini menyikapi pengungkapan grup jaringan penyebar kebencian di media sosial, Saracen oleh Polri. Tiga orang ditangkap. Mereka adalah Jasriadi alias Jas (32), sebagai ketua grup, MFT sebagai Koordinator Bidang Media dan Informasi serta Sri Rahayu Ningsih sebagai penyebar konten kebencian.
"Saya sampaikan supaya pembentukannya dipercepat karena permasalahan terkait cyber crime ini sangat mengerikan," kata Hidayat di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/8).
Hidayat menegaskan keberadaan BSSN dianggap mampu mengantisipasi konten-konten negatif mulai dari terorisme, radikalisme, SARA, hoax, prostitusi dan pornografi di dunia maya. Sayangnya, BSSN baru akan dibentuk tahun depan.
"Belum lagi masalah Saracen. Nah kalau pembentukannya masih nanti, bagaimana?" pungkasnya.
Seperti diketahui, Pemerintah telah membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Badan untuk mendeteksi dan mencegah kejahatan siber ini baru saja dibentuk setelah Presiden Joko Widodo meneken Peraturan Presiden (PP) Nomor 53 Tahun 2017.
Meski telah dibentuk, namun transisi dari BSSN ini membutuhkan waktu 1 tahun. Saat ini, pemerintah tengah menggenjot masalah sumber daya manusia selama 4 bulan mendatang.
Baca juga:
Saat Eggy Sudjana mati-matian bantah terlibat sindikat Saracen
Said Aqil: Saracen ini berbahaya saat Pilkada & berpotensi terorisme
Jokowi perintahkan Kapolri bongkar aktor intelektual dan pemesan Saracen
DPR akan panggil Kapolri minta penjelasan kasus Saracen
Eggy Sudjana polisikan Sunny Tanuwidjaja & Dedy Mawardi soal Saracen
MUI minta polisi usut penyandang dana kelompok Saracen