Imbas Kecelakaan Menewaskan 16 Orang, Bobby Nasution Minta Evaluasi Total Keselamatan Bus ALS di Sumsel
Permintaan itu disampaikan Bobby saat mengunjungi kantor ALS di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5).
Gubernur Sumatra Utara, Bobby Nasution meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi bus menyusul kecelakaan maut bus PT Antar Lintas Sumatra (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan (Sumsel), yang menewaskan 16 orang.
Permintaan itu disampaikan Bobby saat mengunjungi kantor ALS di Jalan Sisingamangaraja, Medan, Kamis (7/5), untuk menemui manajemen perusahaan dan keluarga korban.
"Ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik perusahaan otobus maupun pemerintah daerah. Manifest penumpang sangat penting untuk memudahkan identifikasi korban dan penanganan saat terjadi musibah,” ujar Bobby.
Koordinasi dengan Pemprov Sumsel
Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumut telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumsel terkait proses evakuasi dan pemulangan korban ke daerah asal masing-masing.
"Kami turut berduka sedalam-dalamnya. Pemprov Sumut hadir untuk memastikan seluruh korban dapat ditangani dan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing,” kata Bobby.
Penjelasan Perusahaan Bus ALS
Dalam kesempatan itu, Bobby juga berdialog langsung dengan sopir dan penumpang salah satu bus ALS tujuan Medan–Yogyakarta. Ia mengingatkan pengemudi untuk mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan lalu lintas.
Direktur PT ALS, Chandra Lubis, mengatakan pihak perusahaan telah menurunkan tim ke lokasi kejadian untuk membantu keluarga korban.
“Saat ini perwakilan ALS di Sumsel sudah turun ke lapangan dan memberikan bantuan akomodasi bagi keluarga korban,” ujar Chandra.
Menurut Chandra, selain korban meninggal dunia, sejumlah penumpang masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat kecelakaan tersebut. Menurutnya, dugaan awal kecelakaan dipicu kondisi jalan yang kurang baik hingga bus masuk ke jalur kanan dan bertabrakan dengan truk tangki minyak.
“Kami akan bertanggung jawab terhadap keluarga korban dan memastikan santunan diberikan,” pungkasnya.