LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Imbas Corona, Warga di Kota Serang 2 Hari Cuma Minum Air Galon

Ia mengaku sempat mengadu kepada Rukun Tetangga (RT) setempat untuk meminta bantuan sembako. Namun, pihak aparatur pemerintah tersebut menyatakan belum menerima ada bantuan.

2020-04-18 03:46:00
Corona
Advertisement

Merebaknya virus Corona atau Covid-19 sangat berdampak pada perekonomian masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah.

Masyarakat yang bekerja dengan upah harian, sangat merasakan efek perekonomian yang diakibatkan pandemi virus Corona. Banyak warga yang mulai kesulitan untuk menghidupi keluarganya, bahkan hanya untuk makan sehari-hari pun sulit.

Seperti yang dialami ibu Yuli, warga Kelurahan Lontar baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Sang suami yang sehari-hari sebagai buruh serabutan, sudah mulai sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari.

Advertisement

Bahkan sejak dua hari ini, Yuli dan keempat anaknya tidak bisa makan. Untuk menahan rasa laparnya, ia bersama keluarganya hanya minum air galon isi ulang.

"Dua hari ini kami cuma minum air galon isi ulang. Anak-anak bilang lapar juga, paling minum air saja," katanya saat ditemui, Jumat (17/4).

Ia mengaku sempat mengadu kepada Rukun Tetangga (RT) setempat untuk meminta bantuan sembako. Namun, pihak aparatur pemerintah tersebut menyatakan belum menerima ada bantuan.

Advertisement

"Saya sudah datang ke RT. Katanya ga bisa dapat bantuan," ungkapnya.

Untuk menyambung hidup, sang suami kerap mencari barang bekas, yang bisa membawa uang ke rumah kisaran Rp25-Rp30 ribu

"Lumayan saja, satu hari kadang dapat Rp25-30 ribu. Beli beras satu liter untuk kami berenam, itu pun diirit-irit," ujarnya.

Sebelum ada virus Corona, kehidupan Yuli terbantu oleh anak sulung yang telah bekerja. Saat ini, harapan itu musnah lantaran anaknya sudah tidak bekerja karena di rumahkan pihak perusahaan.

"Tadinya anak saya kerja. Sekarang dirumahkan karena tempat kerjanya tutup. Tambah, gaji terakhir tidak diberikan," tuturnya.

Baca juga:
Warga Thailand Berbondong-bondong Jual Perhiasan di Tengah Pandemi Covid-19
RS Siloam dan Lippo Malls Sediakan Layanan Rapid Test Drive Thru
Potret Pernikahan di Kala Pandemi Covid-19
Dinyatakan Sembuh, Bupati Karawang Cellica Beberkan Strategi Tangani Covid-19
Berkas 3 Tersangka Penolak Jenazah Perawat Positif Covid-19 Dilimpahkan ke Kejaksaan
Apresiasi Tenaga Medis, Hotel Indonesia Kempinski Nyalakan Lampu Berbentuk Hati
Kepulauan Seribu Sempat Disinggahi ABK Diamond Princess, 2.000 Warga Ikut Rapid Test

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.