Ilmu kebal akan hilang jika pemiliknya berzina & main perempuan
Kekebalan tak selamanya melekat. Banyak pantangan tak boleh dilanggar.
Tak ada kesempurnaan di dunia ini, kesempurnaan hanyalah milik Tuhan. Ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan bahwa di dunia ini tak ada yang sempurna, semua memiliki kelebihan dan kekurangan.
Seperti halnya sebuah ilmu kebal, tak ada kekebalan yang sempurna di dunia ini. Semua pasti ada kelemahannya. Menurut Guru Besar Pedepokan Inti Semesta Pangeran Sukma Jati, jika Ilmu kebal terbagi menjadi dua yakni; ilmu kebal putih dan hitam. Lalu apa kelemahan dari masing-masing ilmu kebal tersebut?
"Setiap ilmu ada kelemahannya. Istilahnya kelemahannya kalo ilmu kebal putih kita mungkin tidak selamanya bisa menjaga diri. Contohnya ya, sesekali orang berbuat keluar dari sesuatu yang halal, saat itu juga kelemahannya dia akan hilang ilmunya. Termasuk ilmu kebal hitam, saat dia melanggar pantangan itu, saat itu juga ilmunya akan tawar," ujarnya saat dihubungi oleh merdeka.com, Rabu (7/10).
Kelemahan dalam ilmu kebal kerap muncul dari sebuah pantangan dari ilmu kebal itu sendiri. Tentu antara ilmu kebal putih dan hitam berbeda pantangannya.
"Ilmu gaib tingkat tinggi itu ada pantangannya. Contohnya, ilmu kebal putih pantangannya tidak boleh berzina, kemudian tidak boleh mabuk-mabukan atau minum alkohol, seperti itu."
"Ilmu hitam juga ada pantangannya, misalnya dia tidak boleh melewati kuburan, ada juga yang seperti itu, ada juga yang tidak boleh makan pisang mas," jelasnya.
Ilmu kebal sendiri sifatnya adalah permanen dan hanya akan hilang jika pantangan tersebut dilanggar.
Banyak isu yang menyebut jika para pemilik ilmu kebal ini takut dengan daun kelor dan bambu kuning. Benarkah demikian?
"Biasanya kalau pakai daun kelor atau bambu kuning itu, ilmu kebal kategori susuk. Jadi ilmu kebal susuk itu bisa dikatakan sebagai ilmu kebal instan yang sudah diisikan oleh gurunya" ujar Pangeran Sukma.
Ilmu kebal susuk ini pantangannya adalah tidak boleh minum daun kelor atau tidak boleh dipukul bambu kuning dan memakan pisang mas.
Para pengguna ilmu kebal memang sudah terus berkurang dari zaman ke zaman. Namun rupanya masih ada saja yang percaya.
Selain itu, para pengguna ilmu kebal juga tidak saja menggunakan tubuhnya sebagai media. Ada juga yang menggunakan jimat sebagai media penyalur ilmu kekebalan nya.
Hanya saja pengguna jimat ini lebih rentan kehilangan ilmu kebalnya karena ketergantungannya pada sebuah benda.
Pria yang sehari-hari menjadi konsultan spiritual ini mengatakan jika jimat itu sendiri ada yang berbentuk batu akik atau kulit kijang dan harimau yang sudah disucikan.
Kulit-kulit tersebut dituliskan ayat-ayat tertentu. Sementara untuk ilmu kebal hitam mengandung sesuatu yang najis seperti taring babi.(mdk/ian)