Idul Adha momen tepat menjaga persatuan & kerukunan antar sesama umat
Hari raya Idul Adha merupakan sarana bagi umat manusia untuk berbagi kepedulian antar sesama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, ibadah dan hidup bersama-sama di dalam agama Islam selain punya dampak bagi individu, juga harus memiliki dampak sosial.
Hari raya Idul Adha merupakan sarana bagi umat manusia untuk berbagi kepedulian antar sesama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Sebab, ibadah dan hidup bersama-sama di dalam agama Islam selain punya dampak bagi individu, juga harus memiliki dampak sosial.
"Karena di Idul Adha pada 10 hari pertama kita disunnahkan untuk berbuat kebajikan, berbuat amal saleh, tolong menolong dan disunnahkan berpuasa dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah," kata Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Achmad Satori Ismail, Kamis (31/8).
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini mengatakan, di dalam Idul Adha juga disunnahkan kepada umat muslim untuk meningkatkan kepedulian yaitu menyembelih hewan kurban. Diharapkan melalui kurban, umat muslim bisa berbagi kepada tetangga dan orang-orang yang membutuhkan.
"Di sinilah kepedulian rasa persatuan itu diharapkan akan meningkat," katanya.
Dia mengatakan para khatib salat Idul Adha harus menyampaikan hal-hal yang indah soal kebersamaan, kehidupan berbangsa dan bertanah air. Hal itu demi menjaga kerukunan antar sesama umat manusia, agar jangan sampai terpecah.
"Kehidupan kalau tanpa kerukunan maka seluruhnya akan sengsara. Tanpa kebersamaan kehidupan ini akan sengsara, tanpa tolong menolong kehidupan ini juga akan menjadi saling mengeksploitasi," katanya.
Menurutnya, pembagian hewan kurban tidak hanya untuk sesama muslim. Hewan kurban diberikan kepada orang-orang yang membutuhkan.
"Ada tiga pembagiannya yakni untuk yang berkorban itu sendiri, untuk keluarganya dan untuk orang-orang yang sekelilingnya khususnya fakir miskin. Dan fakir miskin itu mutlak apakah dia itu muslim atau non muslim," katanya.
"Saya lihat selama ini sih baik-baik saja, demikian juga kalau di daerah-daerah, baik yang minoritas ataupun yang mayoritas. Semuanya bisa berjalan dengan baik dan saling rukun. Buktinya di tempat-tempat atau masjid-masjid yang banyak menyembelih hewan kurban telah didistribusikan ke daerah yang kekurangan. Termasuk ke panti asuhan nonmuslim pun juga dikasih. Ini telah menunjukkan adanya persatuan antar umat manusia," katanya.
Dia mencontohkan, di Timur Tengah yang kurbannya melimpah seperti di Arab Saudi banyak dagingnya diawetkan lalu disebar ke negara-negara yang membutuhkan. Di antaranya ke negara miskin di Afrika, tanpa memilah-milah agama mereka.
"Jadi momentum Idul Adha ini adalah momentum yang tepat untuk menjaga persatuan dan kerukunan antar sesama umat. Karena sesama muslim saja tidak bisa menjaga persatuan, maka bukan hanya dapat merusak dirinya sendiri, tapi rasa mencintai antar sesama atau mencintai terhadap bangsanya sendiri juga tidak ada," ungkap Kiai Satori.
Baca juga:
Jokowi sumbang sapi seberat 1,1 ton di Banjarmasin
Umat Islam dunia mulai padati Arafah
1.358 Aparat gabungan amankan Idul Adha di Bandung
Sentilan Djarot buat tukang kambing gelar lapak di trotoar
Jimly: Idul Adha momentum memperhitungkan kembali kerukunan umat
Besok, jemaah Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah rayakan Idul Adha