LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

IDI Solo Sebut Selama Pandemi Telah Kehilangan 13 Dokter Akibat Terpapar Covid-19

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo menyebut telah kehilangan 13 dokter akibat terpapar virus Covid-19, selama pandemi. Menurutnya, belasan dokter tersebut meninggal karena faktor kelelahan dan komorbid.

2021-07-19 21:41:00
Covid-19
Advertisement

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Solo menyebut telah kehilangan 13 dokter akibat terpapar virus Covid-19, selama pandemi. Menurutnya, belasan dokter tersebut meninggal karena faktor kelelahan dan komorbid.

"Mereka meninggal karena faktor kelelahan dan komorbid juga. Kebanyakan mereka berusia 50 tahunan. Dokter yang meninggal 7 orang dokter umum, ada juga bagian radiologi, jiwa, saraf, obgyin, anastesi," ujar Ketua IDI Solo, dr Adji Suwandono, kepada wartawan melalui zoom meeting, Senin (19/7).

Menurut Adji, saat ini ada 20 dokter yang menjalani isolasi mandiri dan 9 lainnya dirawat di rumah sakit (RS). Meskipun jumlah dokter yang meninggal dan dilaporkan ke IDI hanya 13, namun jika yang meninggal adalah dokter spesialis yang menangani pasien Covid-19 maka itu adalah kehilangan yang besar.

Advertisement

"Kalau yang meninggal dokter spesialis itu susah mencari gantinya tidak bisa cepat. Kalau total jumlah dokter anggota IDI ada sekitar 1.000 dokter. Tapi kehilangan dokter spesialis itu sangat mengganggu. Isoman 14 hari saja, itu juga sangat kehilangan," jelasnya.

"Kalau kehilangan dokter spesialis, seharusnya yang menggantikan juga dokter spesialis," jelasnya lagi.

Terkait rencana merekrut relawan, menurut Adji juga harus dibahas lebih mendalam. Relawan seperti apa, apakah dokter koas atau residen tingkat akhir yang minimal memiliki Surat Tanda Register (STR).

Advertisement

Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Bung Karno (RSBK) Solo, dr Wahyu Indianto menambahkan, di rumah sakitnya ada 2 dokter spesialis yang terpapar Covid-19. Pihaknya harus meminta bantuan dokter spesialis dari RSUD dr Moewardi Solo.

"Kekuatan di RSBK itu sekitar 400, kalau seperenambelas terpapar Covid-19, akan sangat mengganggu sekali. Ada dua sopir yang satu terpapar ya tidak mampu. Untuk rekrutmen baru ya terbatas karena kita rumah sakit pemerintah," keluhnya.

Wahyu menambahkan, di RSBK sebenarnya sudah menerapkan prosedur keamanan yang ketat termasuk di IGD. Namun tetap saja kecolongan dengan adanya tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19.

Baca juga:
BOR RS Rujukan di Jabar Turun, Tenda Serba Guna Tetap Berdiri Antisipasi Padatnya IGD
Erick Thohir Minta Maaf Penanganan Pandemi Covid-19 Belum Optimal
Erick Thohir: BUMN Bagian Ekosistem Kesehatan Terpadu Hadapi Pandemi Covid-19
Update Kasus Kematian Covid-19 di Indonesia per 19 Juli 2021
KPCPEN Apresiasi Mayoritas Masyarakat Setuju Program Vaksinasi Covid-19
Jokowi Minta Semua Kepala Daerah Siapkan Tempat Isolasi Terpusat

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.