IDI: Dokter Harus Melakukan Transformasi Diri
Tak kalah penting adalah transformasi sistem pelayanan kesehatan. Pelayanan harus mulai ditata dengan baik, sebab menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk penataan ialah pembentukan jejaring rujukan pelayanan kesehatan yang bisa merespons cepat dan memberikan pelayanan terbaik.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih menilai ada empat hal yang harus ditransformasi di bidang kesehatan saat ini. Transformasi pertama harus dimulai dari aktor kesehatan atau dokter.
Bentuk transformasi aktor kesehatan bisa berupa mengubah mindset, mengubah komitmen, memajukan karakter moral, memperbaiki kinerja, meningkatkan skill, hingga menambah literasi.
"Inilah peran nanti PB IDI beserta jajarannya untuk mentransformasi di bidang SDM kesehatan, khususnya dokter," katanya dalam acara Pra Muktamar IDI XXXI, Kamis (20/1).
Kedua, transformasi di bidang pembiayaan kesehatan. Menurut Daeng, jika transformasi pembiayaan tidak dilakukan dengan baik, maka Indonesia akan kalah dalam persaingan pelayanan kesehatan global.
Ketiga, transformasi sistem pelayanan kesehatan. Pelayanan harus mulai ditata dengan baik, sebab menjadi ujung tombak kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk penataan ialah pembentukan jejaring rujukan pelayanan kesehatan yang bisa merespons cepat dan memberikan pelayanan terbaik.
"Juga tidak kalah dalam menawarkan teknologi yang baik, mutakhir untuk pelayanan terbaik. Saya kira, semua aspek dan sub sistem pelayanan kesehatan harus kita lakukan transformasi untuk menghadapi kompetisi pelayanan yang cukup tinggi di era pengembangan wisata kesehatan," sambungnya.
Transformasi terakhir di bidang hukum dan regulasi sistem kesehatan serta sistem pelayanan kesehatan. Daeng menyebut, transformasi ini sangat penting untuk mengurai masalah yang menghambat atau mengurangi terwujudnya kualitas pelayanan kesehatan.
"Sepertinya memang harus dilakukan perubahan dengan transformasi supaya pelayanan kesehatan ke depan atau sistem kesehatan yang nanti kita dorong lebih baik," ujarnya.
Daeng mengatakan ada beberapa hal yang menjadi alasan perlunya transformasi di bidang kesehatan. Di antaranya, dunia kini berhadapan dengan pandemi Covid-19 dan industri 4.0 sehingga membutuhkan perubahan cepat.
Selain itu, untuk menjaga kualitas mutu dan meningkatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat Indonesia.
"Alasan ini yang dipegang, apapun ceritanya, apapun alasan penambah yang lain, memang kewajiban kita terus menerus melakukan transformasi di bidang kesehatan," tutupnya.
Baca juga:
Ibu Bapak Dokter, Pria Ini Tak Ikuti Jejak Ortu Lebih Pilih jadi TNI,Kini Sekolah AAU
Mengenal Lebih Dekat Dokter di Depok yang Rela Dibayar Seikhlasnya
Berhati Mulia, Dokter Asal Depok Rela Dibayar Seikhlasnya Karena Hal Ini
Gandeng PANDI, PERKI Banten Rilis Website untuk Tangkal Mitos Sakit Jantung
Dokter Cantik ini Terkejut Mantan Periksa Bareng Pacar Baru, Langsung Katakan Ini
Potret Dokter Muda Cantik Berprestasi, Ternyata Anak Perwira Polwan Bergelar Doktor