IDI Beri Saran Cara Menghambat Penyebaran Omicron di Indonesia
Kasus Covid-19 varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia terus meningkat. Per 8 Januari 2021, varian Omicron sudah terdeteksi sebanyak 414 kasus di Indonesia. Dari total kasus Omicron, 383 merupakan imported case atau kasus impor, sementara 31 lainnya transmisi lokal.
Kasus Covid-19 varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia terus meningkat. Per 8 Januari 2021, varian Omicron sudah terdeteksi sebanyak 414 kasus di Indonesia. Dari total kasus Omicron, 383 merupakan imported case atau kasus impor, sementara 31 lainnya transmisi lokal.
Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Prof Zubairi Djoerban menilai, sulit bagi Indonesia untuk menghalau Omicron. Namun, Indonesia bisa membatasi penularan Omicron.
Cara untuk mencegah meluasnya Omicron ialah membatasi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker dengan benar jika terpaksa keluar rumah, dan tidak berkumpul dalam waktu cukup lama di ruangan tertutup.
"Jadi jangan lama-lama (berada dalam ruangan tertutup)," katanya, Selasa (11/1).
Menurut Prof Zubairi, kegiatan reunian, takziah, salat berjamaah di masjid, ibadah bersama di gereja, berisiko menimbulkan klaster Omicron. Demikian juga dengan nonton di bioskop, makan di restoran, dan rapat di kantor.
Dia mengingatkan, banyaknya klaster Covid-19 pada perkantoran maupun pabrik pada periode gelombang kedua pandemi. Selain membatasi aktivitas di luar rumah, vaksinasi Covid-19 hingga dosis lengkap bisa mencegah meluasnya penularan Omicron.
Prof Zubairi mengakui vaksinasi tidak bisa melindungi 100 persen dari penularan Omicron. Namun, vaksinasi dapat mengurangi keparahan penyakit jika terjangkit Omicron.
"Nah kalau yang sudah dua kali, segera, mulai besok sudah ada vaksinasi booster. Segera minta vaksin booster," ucapnya.
Prof Zubairi mengatakan, Indonesia masih memiliki kesempatan untuk menghambat penularan Omicron. Sebab, penularan Omicron di Tanah Air masih rendah. Berbeda dengan negara lain seperti Amerika, Turki, Prancis, Jerman, Inggris, Vietnam, Thailand, maupun Filipina yang sudah melaporkan banyak kasus Omicron.
"Jadi mumpung kita kesempatannya lebih baik harus semua upaya dikerjakan. Mulai dari tadi jangan berkerumun, vaksinasi, booster, jangan bepergian, bepergian keluar negri apalagi batalkan saja," tandasnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia akan menghadapi gelombang Covid-19 varian Omicron. Meski demikian, dia meminta masyarakat tidak panik.
Dia memastikan pemerintah sudah mempersiapkan berbagai hal untuk menghadapi gelombang Omicron.
"Kita akan menghadapi gelombang dari Omicron ini. Tidak usah panik, kita sudah mempersiapkan diri dengan baik," katanya dalam konferensi pers, Senin (10/1).
Menurut Budi, pemerintah sudah mempelajari pola penularan Omicron. Berdasarkan kondisi di sejumlah negara, kasus Omicron meningkat dengan cepat, namun menurun dalam waktu singkat.
"Pengalaman menunjukkan, walaupun naiknya cukup cepat tapi gelombang Omicron ini turunnya pun cepat," ujarnya.
Sarjana Fisika Nuklir dari Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia juga meminta masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan untuk menerima vaksinasi.
"Paling penting percepat vaksinasi keluarga kita, rekan-rekan kita yang belum mendapatkan vaksinasi," tutupnya.
(mdk/rnd)