Identitas penumpang kapal terjun & teriak mau naik haji terungkap
Identitas penumpang kapal terjun & teriak mau naik haji terungkap. Korban bernama Agus Dwi Kelana (26). Mulanya polisi kesulitan mengungkap identitas korban karena tubuhnya sudah rusak diduga dimakan hewan laut. Sidik jari jadi salah satu petunjuk terungkapnya identitas korban,
Setelah lama disimpan di lemari pendingin Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel, identitas mayat penumpang yang terjun dari kapal beberapa pekan lalu akhirnya terungkap. Korban bernama Agus Dwi Kelana (26) warga Dusun Sungai Liat, Kelurahan Makmur Karya, Kecamatan Pemali, Bangka Belitung.
Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kompol Mansuri mengungkapkan, sebelumnya mereka kesulitan mengungkap identitas korban lantaran tubuhnya sulit dikenali. Namun, pemeriksaan terus dilakukan hingga terduga keluarganya datang ke RS.
"Kita lakukan autopsi belum juga terungkap, kemungkinan tubuhnya rusak dimakan hewan laut," ungkap Mansuri, Jumat (3/2).
Kemudian, hasil pemeriksaan gigi, jam tangan, dan celana korban menjadi rujukan pencocokan dengan keterangan keluarga. Pencocokan juga dilakukan dengan sidik jari melalui database e-KTP.
"Akhirnya identitas korban diketahui dan hari ini diserahkan ke pihak keluarga untuk dibawa ke Bangka," ujarnya.
Sementara itu, Een, kerabat korban menjelaskan, pengakuan Dwi hendak liburan ke Palembang dengan menumpangi kapal feri. Keluarga tak menyangka korban nekat terjun ke laut karena sosoknya termasuk pendiam dan lugu.
"Kami hilang kontak selama ini, cari ke mana-mana. Ada polisi telpon menyuruh datang ke Palembang, ternyata Agus (korban) sudah begini (tewas)," kata dia.
Diketahui, seorang penumpang KMP Permata Lestari I rute Palembang-Bangka Belitung terjun ke laut di perairan Tanjungan Muaro, Banyuasin, Sumatera Selatan, atau sekitar dua jam perjalanan dari Palembang, Kamis (19/1) lalu. Hal itu membuat seluruh penumpang kapal heboh dan akhirnya melapor ke pos polair Sungsang, Banyuasin.
Beberapa hari dilakukan pencarian, jasad korban ditemukan mengapung sekitar satu mil dari lokasi terjun. Dari keterangan saksi, sebelum terjun korban sempat terlihat kebingungan. Lalu, korban menuju buritan kapal yang langsung terjun ke laut sambil menyebut mau naik haji dan innalillahi wa inna ilaihi rajiun.
Baca juga:
Berenang di sungai, dua warga Klaten hanyut terbawa arus
7 Hari tenggelam di sungai Brebes, siswa MTs ditemukan di Jepara
Asyik mandi, bocah 4 tahun anak nelayan tewas terseret ombak
2 Pemuda hanyut di Sungai Klepu, Kediri ditemukan tak bernyawa
Terseret arus Sungai Babura, Fauziah ditemukan tewas di Sungai Deli
Tiga warga terseret air Sungai Babura, seorang masih hilang
Pulang mengajar, guru PNS di Bali tewas terseret arus sungai