Idap gangguan pendengaran, ibu di Palembang tewas tertabrak kereta
Ernawati (53), seorang ibu rumah tangga di Palembang, tewas setelah tersambar kereta api. Korban diketahui mengidap gangguan pendengaran alias tunarungu sehingga tidak mendengar klakson kereta api.
Ernawati (53), seorang ibu rumah tangga di Palembang, tewas setelah tersambar kereta api. Korban diketahui mengidap gangguan pendengaran alias tunarungu sehingga tidak mendengar klakson kereta api.
Peristiwa itu terjadi saat korban berangkat dari rumahnya di Jalan Abi Kusno, Kertapati, Palembang, untuk pergi mandi ke Sungai Musi, Kamis (29/9) pagi. Hal itu memang menjadi kebiasaan korban setiap harinya dan harus melintas rel kereta api.
Nahas dialami korban bersuamikan Baharudin (55) itu. Diduga tak mengetahui bakal ada kereta melintas dan mendengar klakson, korban tetap saja melintas. Akhirnya, korban terpental sekitar 20 meter. Kondisinya tragis karena mengalami luka berat di sekujur tubuhnya. Korban tewas di tempat kejadian.
Menurut Burhanudin, istrinya tersebut setiap hari melintasi rel untuk mandi. Kerapkali diingatkan karena berbahaya, korban tetap saja melakukan kebiasaan itu.
"Istri saya memang ada gangguan pendengaran. Mungkin dia tak dengar suara kereta yang lewat," ungkap Burhanudin, Kamis (29/9).
Kanit Reskrim Polsek Kertapati Palembang, Ipda M Uzir mengungkapkan, dari olah tempat kejadian perkara (TKP), kematian korban murni karena kecelakaan. Pihaknya mengimbau warga yang tinggal di sekitar rel kereta api lebih waspada ketika melintas karena terbilang berbahaya.
"Bisa dipastikan korban tewas tersambar kereta api, ini hasil olah TKP. Ini juga didukung keterangan keluarga bahwa pendengaran korban terganggu," tukasnya.
Baca juga:
[Video] asik main ponsel, wanita ini dihantam KRL hingga tewas
Mobil rombongan pengantin tertabrak kereta di Lamongan, lima tewas
Diduga mesin korslet, mobil TNI di Palembang hangus terbakar
Mobil TNI hantam separator busway
Avanza tabrak Jupiter MX, Jaka tewas, Rajali luka berat
Diduga mengantuk, polwan tewas terperosok ke selokan di Tol Cipali