ICW sebut dana korupsi Alquran mengalir ke parpol
Meski ada kemungkinan dana korupsi Alquran diserahkan dalam kas partai, namun persentasenya kecil & rawan pengungkapan.
Indonesian Corruption Watch (ICW) menduga, aliran dana korupsi Alquran di Kementerian Agama tidak hanya dinikmati segelintir orang. Dana pengadaan Alquran tersebut juga mengalir ke partai politik.
"Kami menduga aliran ke partai, walau alirannya kecil," kata Kordinator Divisi Korupsi Politik ICW, Muhammad Ade Irawan kepada wartawan usai diskusi perspektif Indonesia 'korupsi Alquran penanda moral yang rusak parah (?)' di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Jumat (6/7).
Ade menilai dana korupsi Alquran digunakan untuk mendukung program dan kegiatan partai. Tujuannya, supaya koruptor bisa survive pada struktural partai.
"Bisa saja dia gunakan untuk membekingi kegiatan partai dari uang haram. Untuk mendukung kehidupan partai, dan untuk survive dia di partai," lanjutnya.
Meski ada kemungkinan dana korupsi Alquran diserahkan dalam kas partai, namun persentasenya kecil dan rawan pengungkapan.
"Kalau formal, konyol lah. Kalau masuk kas partai jarang, terlalu mudah di eksekusi," pungkasnya.
Untuk itu ICW mendesak penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak hanya berhenti pada perorangan, harus diperlebar kemana saja aliran dana korupsi Alquran.
"Untuk itu kami mendesak KPK untuk memperluas penyidikan. Ini modus umum korupsi APBNP, karena tidak ada yang mengawasi," pungkasnya.(mdk/hhw)