LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

ICW: Perusahaan Kontraktor & Buku Sekolah Garap Proyek Alkes di Kemenkes

ICW temukan banyak kejanggalan dalam pengadaan barang dan jasa serta tender proyek Covid-19 di Kemenkes.

2020-12-11 16:15:34
ICW
Advertisement

Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan perbedaan penyusunan rencana umum pengadaan (RUP) pengadaan barang/jasa (PBJ) Kementerian Kesehatan. Dari 174 paket yang menggunakan APBN, terdapat 74 paket pengadaan langsung, tetapi ICW menemukan hanya 11 paket yang terdapat di RUP.

"Pengadaan ada 74 paket, tapi ini 11 paket ini di RUP tidak sesuai dengan realisasi. Kalau tidak sesuai bagaimana publik memantau," ucap Peneliti ICW Divisi Pelayanan dan Reformasi Birokrasi Dewi Anggraeni dalam diskusi 'Mengurai Pengadaan Covid-19: Sejauh Mana Publik Bisa Mengawasi' dalam siaran telekonferensi, Jumat (11/12).

Tidak hanya itu, dari 11 paket tersebut terlihat rencana pengadaan langsung melebihi Rp200 juta. Hal tersebut, kata Dewi, telah melanggar persyaratan pengadaan barang dan jasa yang tidak boleh menggunaan pengadaan langsung paling banyak Rp200 juta.

Advertisement

"Metode pengadaan tidak terinformasi dengan jelas, sehingga tidak dapat dipantau oleh publik oleh masyarakat, walaupun ada aturan terkait pengadaan darurat. Tetapi tidak serta merta informasi perencanaan dan pengadaan minim informasi," ungkap Dewi.

Kemudian terlihat dari 11 paket tersebut, realisasi pengadaan barang dan jasa (PBJ) tidak ada informasi di kolom pemenangan pada halaman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Advertisement

Tak Berpengalaman

Namun di bagian evaluasi, pihaknya menemukan perusahaan yang lebih banyak mengikuti tender pembangunan jaringan dan kontraktor, PT Ziya Sunanda Indonesia. Tapi perusahaan ini justru memenangkan tender pengadaan bahan reagen Covid-19.

"Jika benar perusahaan ini pemenangnya dari hasil penelusuran, perusahaan ini lebih banyak mengikuti tender pembangunan jaringan dan kontraktor, tidak ada pengalaman pengadaan alat material kesehatan (almatkes)," kata Dewi.

Tidak hanya itu, ICW juga menemukan pemenang tender pengadaan masker di Poltekkes Kupang, CV Johan Agung, yang tidak berpengalaman mengikuti tender pengadaan alat kesehatan.

Kemudian, berdasarkan penelusuran ICW, perusahaan itu justru pernah mengikuti pengadaan perlengkapan gedung kantor dan buku koleksi perpustakaan SMP swasta pada 2019.

"Harusnya punya track record pengadaan sejenis," kata Dewi.

Diketahui, ICW mendapatkan data tersebut dari RUP yang diakses dari SIRUP LKPP dengan paket pengadaan dipilih yang penyediaanya dimulai Maret-Juli 2020. Pengumulan data dimulai 19 Juli-2020 pukul 21.00-20 Juli 2020 pukul 21.00 WIB.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.