LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

ICMI anggap tak ada niat buruk dari pidato Kapolri

ICMI anggap tak ada niat buruk dari pidato Kapolri. Menurut Jimly, pidato Tito soal ormas Islam yang kemudian menuai kritik dari sejumlah pihak tidak perlu lagi dipersoalkan lagi apalagi dibesar-besarkan.

2018-02-03 22:47:12
ICMI
Advertisement

Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie menilai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak memiliki niat buruk mengabaikan ormas Islam di Tanah Air, selain Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Dengan demikian, kata Jimly, pernyataan Kapolri tidak perlu dibesar-besarkan apalagi dipolitisir.

"Kalau kita mau lihat positifnya, niatnya (Kapolri) tidak buruk. Cuma tata bahasanya kurang baik. Niatnya baik tetapi yang keluar menjadi beda," ujar Jimly, Sabtu (3/2).

Menurut Jimly, pidato Tito soal ormas Islam yang kemudian menuai kritik dari sejumlah pihak tidak perlu lagi dipersoalkan lagi apalagi dibesar-besarkan.

Advertisement

"Tak usahlah kita besar-besarkan. Kita anggap sudah selesai. Namun ini harus jadi pelajaran bagi seluruh pejabat atau tokoh publik dalam berbicara pada masa mendatang," ujar Jimly.

Hal senada disampaikan ketua Komisi Fatwa MUI Huzaema Tahido. Ia meminta publik menyudahi persoalan viral video pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian soal ormas Islam.

Dia juga berharap publik tak terus menggoreng viral video pidato Kapolri Jenderal Tito lantaran semua telah berakhir. "Tak perlu lagi dibesar besarkan sudah selesai," ujarnya.

Advertisement

Sementara itu, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, wajar bila ada kelompok ormas yang marah dan kecewa karena 'seolah' ditegaskan oleh pidato Kapolri. Namun, lanjut Dahnil, tidak Elok agaknya bila dipolitisasi berlebihan dengan pelbagai 'bumbu-bumbu'-nya.

Meski demikian, Danil mengatakan, polemik pidato Kapolri soal ormas Islam tak perlu berlarut-larut dibahas, mengingat Tito Karnavian telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf.

"Kapolri sudah minta maaf. Saya kira beliau berbesar hati. Tidak mungkin dia sengaja menegasikan kelompok lain, di tengah kondisi saat ini. Jadi, saya tidak melihat ada unsur kesengajaan atau kebencian dari pernyataan tersebut," kata Dahnil.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.