Ical pesan tersangka korupsi Alquran harus tegar
Ical juga pesan Zulkarnaen Djabar kooperatif pada penegak hukum.
Tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan Al Quran, Zulkarnaen Djabar mengaku mendapat nasihat dari Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie. Ical menasihati Zulkarnaen untuk tegar dalam hal moral, mental dan kesabaran menghadapi masalah hukum yang menjeratnya. Sebab, kesiapan mental harus ditanamkan sekuat-kuatnya untuk menghadapi masalah hukum.
"Ya pertama tentunya dalam hal ini ketegaran, dalam arti moral, mental, kesabaran menghadapi semua itu dengan objektif pun sebagai kader telah memperhitungkan langkah-langkah ke depan, bahwa persoalan-persoalan bersifat politik ini ada hal-hal yang bersentuhan dengan hukum dan sebagainya,"ujar Zulkarnaen dalam acara buka bersama MKGR dengan anak yatim piatu, di DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (7/8).
Jadi menurut wakil ketua MKGR ini, kesiapan mental itu harus ditanamkan sekuat-kuatnya, dan kemudian kesabaran. Selain itu, Ical meminta kepadanya untuk kooperatif.
"Dia minta saya kooperatif dengan lembaga-lembaga hukum. Supaya dengan demikian masalah ini dapat diatasi dengan secepatnya," tandasnya.
Zulkarnaen Djabar juga mengaku dirinya lah yang mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Sebab, sudah aturan DPR jika ada anggota yang telah menjadi tersangka kasus hukum untuk mundur dari seluruh alat kelengkapan DPR.
"Oya saya, saya sadar dengan aturan main," ujar Zulkarnaen di acara buka bersama MKGR dengan anak yatim di DPP Golkar, Jakarta, Senin (7/8).
Menurut wakil ketua MKGR ini, suatu hal yang normatif berkaitan dengan DPR. Apabila ada kerterkaitannya dengan ketersangkaan maka anggota DPR itu dianjurkan melepaskan dari alat-alat kelengkapan, tidak hanya Banggar saja.
"Misalnya saya sebagai anggota baleg, kita dimintakan untuk dilepaskan, biar bisa konsentrasi dengan masalah hukum. Jadi sebelum BK memanggil, kita sudah rotasi," tandasnya.(mdk/ian)