LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ibunda terus menangis, tim SAR diminta maksimal cari bocah SMP terseret arus sungai

Yasin hilang terseret arus sungai di Jalan Teuku Umar RT 22 Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, sekitar pukul 11.00 Wita siang tadi. Sebelumnya, di tengah guyuran hujan, dia bermain di bibir sungai, bersama 5 teman sekolahnya sepulang sekolah.

2017-12-06 00:29:00
Tewas Tenggelam
Advertisement

Hilangnya M Yasin (14), siswa SMPN 5 Samarinda karena terseret arus sungai saat bermain di bibir sungai menyita perhatian Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang. Dia meminta tim SAR memaksimalkan kemampuan mencari Yasin.

Usai meninjau sejumlah proyek pemkot, Jaang mendatangi lokasi kejadian, di Jalan Teuku Umar RT 22 Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang. Dia bertemu dan berbincang langsung dengan ibu kandung Yasin, Mardiana, yang terus berurai air mata.

"Saya minta tim SAR berbuat maksimal. Karena kalau (Yasin) tidak ditemukan hari ini, bisa 2-3 hari lagi baru ditemukan," kata Jaang, kepada wartawan di lokasi kejadian.

Advertisement

"Mungkin juga dilakukan dengan penyelaman. Tadi saya bertemu keluarganya, turut prihatin. Saya berat bilang turut berduka cita. Karena tentu semua harapan, bisa menemukan korban dengan selamat," ujarnya.

Berkaca dari kejadian ini, Jaang meminta siswa hendaknya kembali terlebih dulu ke rumah, usai pulang sekolah.

"Jangan bermain terlalu jauh dari rumah. Dia (Yasin) terlalu jauh main dari rumahnya, dan masih berbaju sekolah. Buat sekolah, agar tidak bosan mengingatkan anak didik, pulang sekolah hendaknya langsung ke rumah. Kalau bermain, hendaknya memberitahu kepada orangtua," terang Jaang.

Advertisement

"Kepada tim SAR, kalau hanya di perahu, dia (Yasin) tidak akan timbul. Tapi dengan catatan semua tim SAR harus melakukan upaya pencarian juga dengan berhati-hati," demikian Jaang.

Sementara bagi ibu kandung Yasin, Mardiana, kabar hilangnya Yasin di tengah derasnya arus sungai, membuat dia syok. "Pulang sekolah memang dia berniat mandi, ketemu teman-temannya mau mainan, ya mau berenang. Tidak tahunya seperti ini," ungkap Mardiana.

Dari keterangan teman-teman, Yasin memang sempat menyelamatkan teman-temannya yang tercebur ke sungai, meski akhirnya Yasin malah ikut terseret derasnya arus. "Anak saya itu juga hobi main bola. Dia pintar main sepakbola," kenang Mardiana.

Diketahui, Yasin hilang terseret arus sungai di Jalan Teuku Umar RT 22 Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, sekitar pukul 11.00 Wita siang tadi. Sebelumnya, di tengah guyuran hujan, dia bermain di bibir sungai, bersama 5 teman sekolahnya sepulang sekolah. Sampai sore ini, keberadaan Yasin masih dicari tim SAR gabungan.

Baca juga:
Pasutri diduga berantem di pingir sungai, suami tewas tenggelam
Banjir di pinggiran Sungai Deli di Medan, 2 bocah tewas tenggelam
Lagi asyik mancing, dua orang hilang tersapu ombak tinggi di Pantai Karangbolong
Seorang nelayan di Sumenep tewas diduga tenggelam, satu rekannya hilang
Perahu bocor saat cari ikan, pasutri tenggelam di Perairan Batang
Epilepsi kambuh saat mau mancing di sungai, Rio tewas tenggelam
Balita tewas terseret arus 1,5 Km diduga terpeleset ke saluran air

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.