LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ibas harap difabel dapat bekerja di semua sektor pekerjaan

Ibas meyakini, kesuksesan juga berhak diperoleh oleh penyandang difabel.

2018-03-19 17:14:00
Kisah Inspiratif Difabel
Advertisement

Ketua Fraksi Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) memberi perhatian khusus ke penyandang difabel yang hadir dalam Seminar Nasional Hari Perempuan Internasional 2018 di Gedung DPR/MPR, Senin (19/3).

Ibas melihat para penyandang difabel yang hadir dalam seminar tersebut justru terlihat lebih semangat dan antusias. Maka, putra bungsu Susilo Bambang Yudhoyono ini langsung menghampiri dan menyalami mereka.

Menurut Ibas, Penyandang difabel patut diberi kesempatan berkarir di semua sektor pekerjaan. "Saya berharap penyandang difabel tidak mengalami dikriminasi, beri mereka kesempatan bekerja dan berkarir secara professional," kata Ibas melalui keterangan tertulis, Senin (19/3).

Advertisement

Ibas meyakini, kesuksesan juga berhak diperoleh oleh penyandang difabel. "Saya yakin, penyandang difabel juga punya cara untuk membuat dirinya menjadi orang yang sukses, bahkan semangat mereka terkadang lebih tinggi dibanding yang bukan penyandang difabel," katanya.

Penyandang difabel, menurut Ibas, harus memperkaya diri dengan wawasan dan keterampilan. "Penyandang difabel diberi banyak keistimewaan oleh Tuhan, untuk itu sudah seharusnya terus memperkaya diri dengan wawasan dan keterampilan, agar masa depan penyandang difabel lebih cerah demi kemajuan bangsa dan negara," ujarnya.

Sementara itu, dalam seminar tersebut, Ketua Fraksi Demokrat ini mengapresiasi para perempuan yang hadir. Dia mengapresiasi geliat perempuan Indonesia yang sudah semakin cerdas dan moderen.

Advertisement

Menurut Ibas, perempuan sejati merupakan perempuan yang sehat lahir bathin dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya. "Perempuan harus sehat, memiliki rasa kasih sayang dan menjadi perekat keluarga, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungannya, karena kita meyakini perempuan juga mampu menjadi motivator dan berbuat lebih banyak bagi kemajuan bangsa," kata Suami dari Aliya Rajasa ini.

Dari sisi pendidikan, Ibas mendorong agar perempuan memiliki intelektualitas yang tinggi. "Perempuan harus lebih semangat dalam menuntut ilmu dan pendidikan dalam rangka menjadikan perempuan lebih terdidik, tangguh dan memiliki solusi untuk kemajuan," imbuhnya.

Dalam dunia kerja, Ibas berharap perempuan untuk lebih aktif dalam hal karir dan punya banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. "Perempuan harus diberi kesempatan dan aktif didunia pekerjaan dengan cara meningkatkan keterampilan sehingga mampu mengisi posisi di setiap sektor pekerjaan," lanjut ayah tiga anak ini.

Dalam pembangunan, Ibas berharap perempuan juga mesti memiliki keunggulan daya saing yang lebih dalam meujudkan kreativitas dan inovasi baru dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan.

"Bukan hanya meningkatkan daya saing perempuan juga harus mampu memiliki kehidupan dan seimbang dalam hal karir dan rumah tangganya, artinya di dalam rumah tangga ada keseimbangan peran agar pendidikan bagi anak-anak generasi penerus bangsa juga lebih maju," ujarnya.

Seminar tersebut dihadiri oleh Presiden RI keenam yang juga Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Ketua DPR Bambang Soesatyo, Wakil ketua DPR dan Para pimpinan MPR, Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yembise.

Turut pula hadir, Para Aktivis Perempuan, Presidium Kaukus Perempuan Parlemen Republik Indonesia Melani Leimena Surharli, Ketua Umum Persekutuan Perempuan Adat Nusantara Alinasi Masyarakat Adat Nusantara Devi Anggraini, Ketua Umum Persatuan Tuna Netra Indonesia Aria Indrawati, selaku Koordinator nasional Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga Nani Zulminarni,

Pendiri Pusat Studi Hukum & Kebijakan (PSHK) dan Sekolah Hukum Jentera Bivitri Susanti, dan Aktivis perempuan & Sekretaris Departemen Perencanaan Pembangunan PD Firliana Purwanti.

Baca juga:
SBY puji Megawati perempuan sukses di lembaga eksekutif
SBY: Mari kita bebaskan kaum perempuan Indonesia dari rasa takut
SBY: Sebelum Pak Jokowi blusukan kami lebih dulu blusukan
Bukan AHY, Ketua Demokrat NTB usulkan Tuan Guru Bajang maju Pilpres 2019
Tak cuma AHY, Tuan Guru Bajang juga diidolakan kader Demokrat daerah

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.