LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ibas-Anas berlindung di punggung Gubernur Malut

DPP Partai Demokrat belum akan menuntut secara hukum pemukulan dan penghadangan tersebut.

2012-05-24 13:03:29
Anas ibas
Advertisement

Rombongan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Sekjennya Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dihadang massa pendukung Ketua DPD Partai Demokrat Malut yang juga Gubernur Malut, Thaib Armaiyn di terminal bandara Sultan Babullah, Ternate. Bahkan sempat terjadi pemukulan dalam aksi penghadangan tersebut.

Dikutip dari Antara, Kamis (24/5), sejumlah orang memukul dua pengurus DPP Partai Demokrat bernama Ibrahim dan Syarif. Sedangkan Ibas dan Anas lolos dari aksi anarkistis massa tersebut karena berlindung di belakang Thaib Ibrahim.

Ibas dan Anas sedianya datang ke Ternate untuk menghadiri Musda II Partai Demokrat Malut. Namun akibat insiden tersebut, keduanya bersama seluruh rombongan memutuskan langsung kembali ke Manado dengan pesawat yang sama, sedangkan musda dibatalkan.

Saat ini Anas dan Ibas sudah berada di Manado, kondisi kedua petinggi Demokrat itu pun dalam kondisi baik.

"Kondisinya baik-baik saja, sekarang sudah di Manado," ujar Wasekjen Partai Demokrat Saan Mustopa kepada wartawan di Gedung DPR.

Menyikapi penghadangan dan pemukulan tersebut, DPP Partai Demokrat tidak ingin gegabah. DPP Partai yang digawangi SBY ini belum akan menuntut ke proses hukum pemukulan dan penghadangan tersebut.

"Ini akan dilihat dulu persoalannya seperti apa. Belum akan dilaporkan ke aparat," imbuh Saan.

Thaib Armaiyn kepada wartawan mengaku, menyayangkan terjadinya insiden tersebut dan akan meminta aparat kepolisian mengusut oknum yang melakukan pemukulan terhadap dua pengurus DPP Partai Demokrat.

Thaib yang pada Musda DPD Partai Demokrat Malut kembali mencalonkan diri itu mengatakan, penghadangan yang berujung dengan aksi pemukulan tersebut bermula dari surat DPP Partai Demokrat mengenai penunjukan panitia pelaksana musda di luar sepengetahuan DPD Partai Demokrat Malut.

"Padahal, DPD Partai Demokrat Malut telah membentuk panitia pelaksana yang diketuai oleh Maryam Amra, entah apa dasarnya menjelang pelaksanaan musda muncul surat dari DPP. Itulah yang membuat kader dan simpatisan saya marah," katanya.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.