Hutan Pendidikan Unhas di Kabupaten Maros Terbakar
10 hektar hutan terbakar, sejak kejadian dari pukul 10.00 Wita, hingga pukul 15.30 Wita.
Hutan Pendidikan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang ada di Kabupaten Maros terbakar, Senin, (21/9). Hutan ini berbatasan dengan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TMBB) dan pemukiman serta ladang warga yang ada di sekitar Desa Labuaja dan Desa Lima PoccoE di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Mengenai waktu awal terjadinya kebakaran serta luasan areal hutan pendidikan Unhas yang terbakar ini keluar data yang berbeda-beda. Jika dari Kepolisian melalui Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Polisi Frans Barung Mangera kepada wartawan menyebut luasan yang terbakar itu kurang lebih 10 hektar. Sementara dari Fakultas Kehutanan Unhas melalui Dekannya saat dikonfirmasi via ponselnya, Prof. Yusran menyebut hanya 5 hektar yang terbakar dan kejadiannya sejak pukul 14.00 Wita hingga pukul 15.30 Wita.
"Kurang lebih 10 hektar yang terbakar. Kejadian mulai sekira pukul 10.00 Wita tadi tetapi pukul 15.30 Wita sebaran api berhasil dikendalikan atas kerjasama antara personil Polri, TNI, Polisi Hutan, Kepala Desa dan warganya," kata Frans Barung Mangera melalui pesan pendek yang dikirimnya ke wartawan seraya menambahkan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Sementara Prof. Yusran mengatakan, paling terakhir laporan yang masuk kepadanya melalui mahasiswa pencinta alam Fakultas Kehutanan yang turut ambil bagian dalam upaya pemadam api itu mengatakan yang terbakar bukan keseluruhan hutan. Hanya sebagian yakni 5 hektar dari luasan hutan pendidikan 1.300 hektar yang diantaranya hutan pinus kurang lebih seluas 500 hektar.
"Yang terbakar adalah semak-semak, ilalang dan sedikit pohon termasuk sekitar 20 pohon pinus. Dalam istilah Kehutanannya, yang terbakar itu adalah bagian lantai hutan dan sedikit tajuknya. Mengenai penyebab kebakaran belum diketahui," kata Prof. Yusran seraya menambahkan, pukul 15.30 Wita api sudah dikendalikan. Masih ada api tetapi sebarannya bisa dilokalisir.
Menurutnya, kebakaran di hutan pendidikan ini kerap terjadi, penyebabnya beragam. Kali ini, setelah empat bulan musim panas terjadi, api kembali melalap hutan. Memang belum ada kepastian penyebab kebakaran kali ini tapi umumnya seperti akibat ketidaksengajaan warga karena hutan ini berbatasan dengan ladang dan pemukiman warga.
Misalnya warga tidak sengaja meninggalkan sisa-sisa pembakaran di ladang, buangan puntung rokok atau juga bekas api dari para pencari madu hutan. "Hutan ini kerap terbakar di bagian lantai hutannya tetapi biasanya saat tiba musim hujan, kembali tumbuh dengan sendirinya," jelas Prof. Yusran.(mdk/dan)