Hujan deras guyur Cilacap, akses jembatan ambruk
Tri Komara memperkirakan kerugian akibat jembatan ambrol di wilayah tersebut mencapai Rp 1 miliar. Selain itu, hujan yang mengguyur daerah Kota Cilacap pada Selasa (6/12) sore hingga malam juga menyebabkan sejumlah titik di kawasan tersebut terendam air.
Jembatan yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Cimanggu, Cilacap, Jawa Tengah, runtuh akibat tergerus banjir yang terjadi di aliran Sungai Cikawung pada Rabu (7/12) dini hari. Banjir tersebut terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Cilacap sejak Selasa (6/12) sore.
Dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap, jembatan tersebut merupakan jalan penghubung kabupaten yang menjadi akses bagi warga di Desa Cibalung menuju Desa Cisalak Kecamatan Cimanggu. Jembatan yang runtuh tersebut diduga karena pondasinya yang terkikis aliran deras sungai.
"Kondisi sekarang, jembatan Sungai Cikawung di Dusun Jambuluwuk Desa Cibalung sudah ambrol, karena pondasinya tergerus air. Dan saat ini tidak bisa dilewati kendaraan apa pun," kata Kepala BPBD Cilacap, Tri Komara Sidhy, Rabu (7/12).
Dia mengemukakan, jembatan tersebut sebenarnya pernah ambrol pada 24 Februari 2016 silam. Namun, kondisi saat itu, jembatan masih bis tertangani.
"Pernah terjadi hal serupa (jembatan runtuh), namun masih dapat diatasi dengan cara pengurukan sirtu. Saat itu, bisa dilalui kendaraan roda empat, karena pondasi jembatan masih bisa untuk tumpuan lantai jembatan," ujarnya.
Akibat rusaknya jembatan tersebut, warga harus memutar lebih jauh untuk keluar dari desa. Selain merusak jembatan, banjir juga merusak pondasi pasar Desa Cibalung runtuh dan mengakibatkan beberapa kios di pasar rusak dan hanyut terbawa arus banjir. Pun juga talud penguat jalan yang berada di dekat lokasi.
Selain kerusakan infrastruktur, hujan deras yang terjadi pada Selasa (6/12) juga menyebabkan longsor di tebing yang berada di jalan kabupaten antara Desa Cisalak menuju Desa Kutabima, tepatnya di titik Dusun Cisereng Desa Cisalak.
"Kami dan warga setempat hari ini mulai membersihkan material longsoran yang menutup jalan. Tapi, untuk jembatan Sungai Cibalung, diperlukan penanganan yang lebih menyeluruh. Sebab, jembatan itu ambruk dan benar-benar diperlukan rehab total," jelasnya.
Tri Komara memperkirakan kerugian akibat jembatan ambrol di wilayah tersebut mencapai Rp 1 miliar. Selain itu, hujan yang mengguyur daerah Kota Cilacap pada Selasa (6/12) sore hingga malam juga menyebabkan sejumlah titik di kawasan tersebut terendam air. Bahkan, beberapa rumah sakit yang berada di kawasan kota Cilacap juga sempat tergenang.
"Tetapi airnya tidak lama menggenang, karena banjir ini disebabkan minimnya saluran drainase," kata seorang warga Cilacap, Agung Nagara.(mdk/dan)