LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hotel dan mal di Yogya perbesar potensi dan resiko bencana

BPBD Yogyakarta berharap kajian mereka didengar supaya pembangunan di sana tidak salah arah.

2016-04-20 15:42:44
Proyek DIY
Advertisement

Pembangunan hotel dan pusat perbelanjaan yang marak di Yogyakarta dikhawatirkan memperbesar potensi dan resiko bencana bagi warga, khususnya di daerah sekitar hotel. Sebab, banyak pembangunan tidak sesuai dengan kerawanan bencana yang ada.

Hal itu disampaikan Koordinator Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB), Rani Ayu Hapsari, saat ditemui merdeka.com di kantor BPBD Yogyakarta, Rabu (20/4).

"Kami bisa mengatakan seperti itu, karena selama ini BPBD sudah memberikan kajian resiko, tapi sepertinya itu tidak digunakan sebagai acuan pembangunan. Faktanya di Kota Yogya banyak bangunan yang tidak sesuai," kata Rani.

Menurut Rani, dalam pembangunan hotel dan mal, resiko bencana yang meningkat yakni krisis air, risiko ancaman gempa, banjir, dan potensi bencana sosial. Rani memaparkan, hal itu sebenarnya sudah terjadi. Pembangunan hotel di pemukiman padat membuat daerah resapan berkurang dan ancaman risiko gempa meningkat.

"Bangunan tinggi, di sekitarnya rumah warga. Kalau roboh, warga yang akan menjadi korban dan terdampak. Resikonya menjadi besar. Air kita sudah alami, banjir sudah, konflik sosial, bencana sosial juga sudah dengan muncul pro kontra di warga," ujar Rani.

Karena itu, Rani pun mendorong pemerintah untuk lebih peka. Hasil kajian terkait PRB dilakukan oleh BPBD jangan hanya dijadikan rekomendasi, tetapi dilaksanakan. Dia menilai masih ada miskomunikasi antar SKPD di pemerintah. Misalnya dinas perizinan dan BPBD, belum ada sinergi upaya pengurangan resiko bencana.

"Harus ada sinergi, supaya bisa dipastikan kajian BPBD itu digunakan. Selain itu warga juga belum punya wadah tempat mengaku ketika ada komplain. Misal dampak pembangunan hotel, warga mau melapor ke mana? Ini harus ada solusi," tutup Rani.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.