LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hoegeng tolak taman makam pahlawan karena ada kroni Ibnu Sutowo

Thahir diduga menerima suap dari dua perusahaan Jerman Siemens dan Klocknet. Pemerintah mengejarnya 15 tahun.

2013-10-28 04:03:00
Adiguna Sutowo
Advertisement

Salah satu kasus dugaan korupsi di era Orde Baru, menyenut-nyebut nama Ahmad Thahir, asisten Ibnu Sutowo. Thahir diduga menerima suap dari dua perusahaan Jerman Siemens dan Klocknet, sebagai pemulus untuk proyek pembangunan PLTU dan sarana pelabuhan bongkar muat PT Krakatau Steel.

Siemens memberi DM 15 juta dan dari Klocknet DM 35 juta. Diduga masih ada beberapa uang suap lain yang belum dicairkan. Kasus ini terbongkar saat Thahir meninggal tahun 1976, anak dari istri pertama berebut uang warisan dengan istri kedua Thahir, Kartika.

Thahir diduga memperbesar nilai proyek Krakatau Steel hingga dua kali lipat. Pemerintah Indonesia berebut uang ini dengan Kartika di Pengadilan Singapura. Kasus ini memakan waktu hingga 15 tahun. Soeharto menunjuk Jenderal Benny Moerdani sebagai Ketua Tim Penelusuran Harta Pertamina sejak tahun 1977.

Uang haram dalam deposito Thahir terus berbunga. Tahun 1992, jumlahnya mencapai lebih dari USD 81 juta. Akhirnya Pengadilan Tinggi Singapura memutuskan uang itu didapat Thahir dengan cara tidak halal. Dengan gaji Thahir sebesar USD 9.000 per tahun, dinilai tak masuk akal dia punya uang sebesar ini.

Tapi rupanya entah karena alasan apa, Thahir dimakamkan di Taman Makam Pahlawan saat meninggal dunia tahun 1976 lalu. Saat itu kasusnya memang belum mencuat. Tentu saja kemudian hal ini jadi polemik.

Mantan Kapolri Jenderal Hoegeng menyatakan tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata saat meninggal. Jenderal yang terkenal jujur ini tak mau satu kuburan dengan Thahir yang dimakamkan di sana. Hoegeng memegang teguh ucapannya, saat meninggal Hoegeng dimakamkan di pemakaman biasa di Giri Tama, Kabupaten Bogor.

Rupanya bukan hanya Hoegeng, proklamator dan mantan wapres Mohammad Hatta juga tak mau dimakamkan di Taman Makam Pahlawan gara-gara Ahmad Thahir. Hatta yang bersih dan jujur ini akhirnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan tahun 1980.

"Hatta menolak karena dia pernah mengaudit korupsi Muhammad Thahir (mantan asisten Direktur Utama Pertamina Ibnu Sutowo) yang kabur ke Singapura. Namun, ketika Thahir meninggal dia dimakamkan di taman makam pahlawan," kata sejarawan Anhar Gonggong.

Baca juga:

Advertisement

Pertamina utang USD 10,5 miliar, Soeharto pecat Ibnu Sutowo
Ibnu Sutowo, raja minyak Orde Baru dan sengkarut Pertamina
Daryono, sopir Florence kini tengah diburu polisi
Tommy Soeharto-Adiguna Sutowo, sahabat dengan cerita kelam sama
Cerita Ali Sadikin mengaku tertipu Ibnu Sutowo soal tanah Hilton

(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.