Massa beratribut HMI bentrok, Kapolda Metro kesal ada provokator
Aksi lempar batu tak terhindarkan. Polisi bertahan dengan menggunakan tameng hitam. Tidak hanya batu, tapi juga ada lemparan botol. Polisi mencoba membubarkan massa. Mobil water cannon mulai menyemprotkan air untuk membubarkan bentrokan.
Meski perwakilan pengunjuk rasa sudah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, massa pendemo masih tetap bertahan di depan Istana Negara, Jumat (4/11). Massa ngotot ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Tidak diketahui awal mulanya, bentrokan antara Polisi dan massa beratribut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) pecah. Tembakan gas air mata terdengar tanpa henti. Kapolda Metro Jaya Irjan M. Iriawan berteriak pada anak buahnya.
"Siapa itu yang menembakkan gas air mata. Kita tidak perintahkan," ungkap Kapolda Iriawan di lokasi kejadian.
Anak buahnya mengatakan bahwa tembakan itu berasal dari kelompok HMI. Iriawan terlihat geram. "Kita diprovokatorin sama HMI ini," katanya kesal.
Aksi lempar batu tak terhindarkan. Polisi bertahan dengan menggunakan tameng hitam. Tidak hanya batu, tapi juga ada lemparan botol. Polisi mencoba membubarkan massa. Mobil water cannon mulai menyemprotkan air untuk membubarkan bentrokan.
(mdk/noe)