LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hindari Massa Anarkis, Keluarga Naomi Sembunyi di Mapolres Jayawijaya

Keluarga kecil ini tiba di Makassar, Jumat siang (4/10), bersama puluhan pengungsi lain. Setelah istirahat sejenak, dia kembali melanjutkan penerbangan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

2019-10-05 04:32:00
pengungsi
Advertisement

Naomi (39), warga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpaksa mengungsi bersama Jhon (30) suami serta dua balitanya yang masih berusia 4 tahunan usai kerusuhan di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Keluarga kecil ini tiba di Makassar, Jumat siang (4/10), bersama puluhan pengungsi lain. Setelah istirahat sejenak, dia kembali melanjutkan penerbangan untuk melanjutkan perjalanan ke kampung halaman.

Naomi sudah tujuh tahun menetap di Wamena. Dia bekerja sebagai karyawan swasta. Suaminya, Jhon adalah pria asal Biak, Papua. Saat kerusuhan terjadi, dia menyaksikan banyak orang turun gunung dan pakai seragam anak sekolah membawa parang dan bensin.

"Betul-betul brutal. Sudah dilerai sama TNI dan polisi tapi tidak bisa. Mungkin ada ribuan orang ada bawa parang, bensin untuk bakar-bakar," tutur Naomi.

Advertisement

Saat kejadian, Naomi dan suami di tempat kerja masing-masing. Asap membumbung dari sejumlah titik. Begitu terdengar hujan tembakan, dia bersama 20-an rekan kerja menuju ke pintu samping dan melarikan diri ke Polres yang jaraknya sekira 100 meter. Dua anaknya yang berada di tempat penitipan sudah lebih dahulu tiba di Mapolres. Keduanya diselamatkan oleh babysitter.

Keluarga Naomi dua hari dua malam bolak balik bersembunyi di Mapolres Jayawijaya. Kalau siang dia kembali ke rumah dinas, kemudian malam hari tidur di gereja kompleks Mapolres. Rumahnya tidak dibakar, namun orang-orang masih lalu lalang bawa parang dan bensin.

"Situasi begitu menakutkan jadi harus mengungsi sama warga lain. Mau pulang ke Kupang dulu," tutur Naomi.

Advertisement

Jhon menimpali, saat ini dia hanya mengantar keluarganya pulang kampung. Dia harus memastikan istri dan dua balitanya aman dan selamat tiba di Kupang.

"Beberapa hari saja saya di Kupang, antar keluarga. Nanti kembali lagi di Wamena, saya kerja di sana di kantor keuangan," tutur Jhon.

Baca juga:
Kisah Perjuangan Warga Pendatang Lolos dari Maut Saat Kerusuhan Wamena
Wiranto: KKB Dapat Instruksi dari Benny Wenda untuk Menyerang Pendatang di Wamena
Pemerintah Jamin Keamanan Warga di Wamena Papua
50 Warga NTB Memilih Menetap di Papua Usai Kerusuhan Wamena
Wiranto: Banyak Masyarakat Trauma Karena Serangan OPM & KKB

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.