LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hindari konflik terulang, 4.409 warga Aceh Singkil ngungsi ke Sumut

Para pengungsi sudah disiapkan pelbagai logistik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya.

2015-10-15 01:38:00
Gereja dibakar di Aceh
Advertisement

Kejadian pembakaran rumah ibadah di Kabupaten Aceh Singkil banyak membuat resah masyarakat. Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat adanya 4.409 warga Kabupaten Aceh Singkil mengungsi ke provinsinya guna menghindari konflik yang terjadi.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf menuturkan, warga Aceh Singkil tersebut mengungsi ke dua kabupaten di Sumatera Utara, yakni Tapanuli Tengah sebanyak 3.433 orang dan Pakpak Bharat, 976 orang.

Di Tapanuli Tengah, kata Helfi, warga Aceh Singkil tersebut ditampung di lima lokasi di Kecamatan Manduamas, yakni Gereja HKI, Balai Desa Saragih, SMP 1 Atap Saragih, Gereja HKBP Saragih dan Katolik Paroki Tumba Jahe.

Advertisement

Meski jumlah pengungsi ke Tapanuli Tengah diketahui sebanyak 3.433 orang, tetapi pihaknya masih melakukan pendataan untuk mengetahui jumlah pengungsi dewasa dan anak-anak.

Para pengungsi ini, menurut dia, telah dipenuhi semua kebutuhannya. Ini mulai dari bahan makanan, minyak goreng, air mineral, tenda, peralatan dapur dan pelbagai kebutuhan lainnya.

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Helmi juga menyiapkan 34 personel Satuan Brimob Detasemen C , 28 personel Korem 023/Kawal Samudera dan 40 personel Kodim 0211/Tapanuli Tengah guna menjaga perbatasan Sumut dengan Aceh Singkil.

Advertisement

"25 personel Polri juga stand by di Polsek Manduamas," katanya.

Adapun pengungsi di Pakpak Bharat ditempatkan di kantor Kecamatan Sibagindar, sekolah, rumah penduduk, dan tenda-tenda yang telah disiapkan.

Pemkab Pakpak Bharat juga menyiapkan berbagai logistik yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dari Aceh Singkil tersebut.

"Kendaraan yang akan masuk ke wilayah Aceh Singkil juga diperiksa di perbatasan oleh aparat TNI dan Polri," ujarnya.

Berdasarkan keterangan pengungsi yang ada di Tapanuli Tengah, warga Aceh Singkil itu mengungsi karena mendapatkan informasi bahwa ada kelompok masyarakat dari Singkil yang mengejar mereka.

"Karena merasa ketakutan, mereka lari ke berbagai arah, hingga Tapanuli Tengah dan Pakpak Bharat," ujar Helfi.

Sebelumnya pada Selasa (13/10) siang, terjadi bentrokan massa di Desa Kuta Lerangan, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil.

Menurut keterangan polisi, bentrokan tersebut terjadi akibat adanya sekumpulan warga yang diduga ingin membongkar rumah yang dijadikan tempat ibadah tanpa izin sehingga mendapat perlawanan dari warga setempat.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.