Hindari bus, truk gandeng senggol dan lindas pasutri di Suramadu
Keduanya sempat terseret sejauh 15 meter. Sang istri tewas di tempat, sementara suaminya meninggal saat evakuasi.
Sepasang suami-istri tewas terlindas truk di jalan tol Jembatan Suramadu sisi Madura, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (13/11) malam. Pasangan suami-istri terlindas truk itu masing-masing bernama Masrifah (30) dan Hartono (35), asal Desa Kranggan, Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan.
"Korban terlindas truk trailer dan sempat terseret hingga 15 meter," kata Kanit Laka Lantas Polres Bangkalan, Iptu Puji Purnomo, di Bangkalan, seperti dilansir dari Antara, Sabtu (14/11).
Puji Purnomo mengatakan, tadinya polisi tidak mengetahui kalau kedua korban tewas dalam musibah kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Tangkel, Bangkalan itu, suami istri. Setelah keluarga korban mendatangi tempat kejadian perkara, keduanya baru dikenali sebagai pasutri.
"Sebelumnya kami tidak mengetahui bahwa korban merupakan suami istri," ujar Puji.
Menurut Puji, kecelakaan maut itu berawal saat truk trailer bernomor polisi L 9759 UR bermuatan beton dari arah surabaya, menikung di pertigaan Jalan Raya Tangkel, Kecamatan Burneh. tiba-tiba di samping kanannya ada sepeda motor Honda Beat bernomor polisi L 6042 DB.
"Pada saat menikung, di depan truk tronton ada bus, jadi banting setir ke kanan. Dan saat itu, badan belakang tronton menyenggol pengendara Honda Beat, hingga terjatuh dan terlindas ban belakang sebelah kanan," ucap Puji.
Akibat kejadian itu, Masrifah tewas di tempat. Sedangkan, Hartono sempat kritis dan akhirnya meninggal pada saat proses evakuasi.
"Kami sempat kesulitan melakukan evakuasi, sebab korban posisi di ban," lanjut Puji.
Sopir Truk, Watu Adi (49) warga Kabupaten Madiun, dan kernet Hosri (36), warga Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, kini diamankan di Mapolsek Burneh buat menghindari amuk massa.(mdk/ary)