Hilang, Warga Sragen Diduga Loncat ke Sungai Bengawan Solo
Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya mengatakan, pada sekitar pukul 05.00 WIB korban diketahui meninggalkan rumah. Salah satu warga Prayungan Desa Kedungupit, Pamidu yang juga saksi, melihat korban mengendarai sepada motor.
Wardiyanto (47) warga asal Gabus RT 05, Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen diduga nekat meloncat ke aliran Sungai Bengawan Solo, Jumat (4/12). Hingga malam ini tim SAR gabungan yang melakukan pencarian belum menemukan korban. Korban diduga tenggelam dan hanyut di aliran sungai terpanjang di pulau Jawa tersebut.
Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya mengatakan, pada sekitar pukul 05.00 WIB korban diketahui meninggalkan rumah. Salah satu warga Prayungan Desa Kedungupit, Pamidu yang juga saksi, melihat korban mengendarai sepada motor.
"Berdasarkan keterangan saksi, dia mondar mandir di sekitar sungai Bengawan Solo. Setelah diingatkan oleh saksi, dia kemudian pindah ke jembatan Sapen Desa Tanggan Kecamatan Gesi," katanya, Jumat (4/12).
Tingkah aneh yang ditunjukkan korban, lanjut Yahya, diduga karena masalah keluarga.
"Jadi menurut saksi itu, sejak subuh jam 5.00 WIB korban sudah keluar rumah naik motor dengan AD 3145 ARE. Dugaan kita korban loncat dari jembatan Sapen Bengawan Solo" ungkapnya
Dia menjelaskan, pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan dengan menggunakan perahu karet. Mereka menyusuri dari jembatan Sapen menuju ke utara kurang lebih 1 kilometer. Derasnya aliran sungai membuat tim SAR gabungan kesulitan mencari keberadaan korban.
"Pencarian hari ini hasilnya nihil. Arus yang deras dan luasnya area pencarian menjadi kendala tim SAR gabungan," tutupnya.
Baca juga:
Pencarian Kakek 8 Hari Hilang di Hutan Bau Bau Belum Membuahkan Hasil
Pencarian Nelayan Korban Tabrakan Kapal di Langkat Terhalang Cuaca Buruk
Sempat Terpisah dari Orang Tua, Begini Nasib Bocah di Medan yang Ditolong Warga
Seorang Kontraktor Dilaporkan Keluarga Hilang Sepekan
Dua Minggu Belum Ditemukan, Polisi Ambil Langkah Ini untuk Cari Anak Hilang di Sumut
Posko Pencarian 3 Anak Hilang di Sumut Ditutup Meski Belum Ditemukan, Ini Alasannya