LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hilang di Pangandaran, Kapal Nelayan Ditemukan di Perbatasan Cilacap

Kapal nelayan tersebut diketahui berisi dua orang nelayan yang bernama Suhaeli (61) dan Dede Suherman (49). Kedua nelayan tersebut diketahui merupakan warga Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

2021-02-16 23:35:00
Orang Hilang
Advertisement

Sebuah kapal nelayan dinyatakan hilang kotak di perairan Pangandaran sejak Senin (15/2) siang. Kapal yang berisi dua nelayan itu sebelumnya diketahui berangkat melaut di hari yang sama, sekitar pukul 04.00 WIB.

Kepala Basarnas Bandung, Deden Ridwansah mengatakan, pihaknya menerima informasi hilangnya kapal nelayan dengan nama Pabuaran Indah pada Selasa (16/2) pagi. Dalam laporan awal, dugaannya kapal nelayan tersebut mengalami kecelakaan laut.

Kapal nelayan tersebut diketahui berisi dua orang nelayan yang bernama Suhaeli (61) dan Dede Suherman (49). Kedua nelayan tersebut diketahui merupakan warga Desa Pangandaran, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran.

Advertisement

"Kapal hilang kontak pada Senin (15/02) pukul 14.00 WIB di perbatasan Perairan Pangandaran dan Cilacap. Saat kapal Pabuaran Indah berangkat melaut,diketahui memasang alat Rawe di sekitar perbatasan perairan Pangandaran dan Cilacap, namun hingga Pukul 17.00 WIB kapal tersebut tak kunjung kembali. Keluarganya mencoba menghubungi tekong atas nama Suhaeli namun tidak terhubung," ungkap Deden, Selasa (16/2).

Basarnas Bandung, diakui Deden, langsung menerjunkan tim rescue untuk melakukan pencarian dengan peralatan lengkap. Saat tengah mempersiapkan pencarian, sekitar pukul 12.32, pihaknya menerima kabar bahwa kapal nelayan Pabuaran Indah ditemukan kapal nelayan lainnya sekitar pukul 10.50 WIB di perairan perbatasan Pangandaran dengan Cilacap.

Dari kabar yang diterimanya, hilang kontaknya kapal nelayan Pabuaran Indah terjadi karena kapal tersebut mengalami kehabisan bahan bakar

Advertisement

"Pukul 11.45 WIB kapal nelayan Pabuaran Indah berhasil merapat di Pantai Karang Nini Pangandaran dalam kondisi 2 nelayannya selamat. Keduanya langsung dibawa ke RSUD Pangandaran untuk mendapatkan perawatan medis. kondisi kedua nelayan masih syok," ujarnya.

Baca juga:
Siswi SMP yang Hilang di Pelalawan Ditemukan Tak Bernyawa
Warga Agam Hilang Saat Mencari Rumput Dekat Habitat Buaya
Viral Calon Pengantin Pulang Setelah Dua Bulan Hilang di Hutan, Begini Kondisinya
Hilang 18 Hari di Perkebunan, Pria Australia Selamat karena Makan Jamur
Patroli Rutin, Anggota TNI Hilang Usai Terjatuh ke Sungai di Distrik Tembagapura
Usai Berpatroli, Anggota TNI Terjatuh dan Hilang di Sungai Tsinga Mimika

Warga Bandung yang Hilang di Pantai Selatan Garut

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut, tim SAR gabungan menemukan seorang korban kecelakaan laut yang terjadi pada Jumat (12/2).

Dia mengatakan, korban laka laut tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sebelah timur titik nol wilayah Pantai Santolo, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut.

"Sebelumnya, korban diketahui terseret saat melakukan aktifitas di pantai Cikaso, Desa Sinarjaya, Kecamatan Bungbulang, Kabupaten Garut," terangnya.

Korban yang ditemukan diketahui bernama Fahri Rahmadiza Syafni (23), warga Dago, Kota Bandung. Fahri, sebelumnya mengalami kecelakaan laut bersama empat orang rekannya. Keempat orang rekannya saat mengalami kecelakaan berhasil diselamatkan.

Sebelum ditemukan, Tubagus menyebut bahwa tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, Disdamkar, dan unsur potensi SAR juga warga telah melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi hilangnya Fahri.

"Setelah sejak Jumat melakukan pencarian, hari ini ditemukan. Jenazah sekarang sudah dibawa ke puskesmas untuk bersiap dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan," tutupnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.