LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hilang dari Baliho Puan, Poster Munir Muncul di Pos Polisi Sukoharjo

Sejumlah poster atau selebaran yang menyindir pemerintah dan meminta penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib (Munir) telah dicopot dari sejumlah lokasi, termasuk dari baliho Ketua DPR RI Puan Maharani, di Klaten. Namun, poster serupa muncul lagi di Sukoharjo.

2021-09-10 19:22:33
kasus munir
Advertisement

Sejumlah poster atau selebaran yang menyindir pemerintah dan meminta penuntasan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib (Munir) telah dicopot dari sejumlah lokasi, termasuk dari baliho Ketua DPR RI Puan Maharani, di Klaten. Namun, poster serupa muncul lagi di Sukoharjo.

Poster terkait kaus Munir dan tulisan sindiran "Dipaksa Sehat Dinegara Yang Sakit" sudah tak terlihat di Klaten pada Jumat (10/9) sore.

"Tadi pagi jam 9.00 itu masih ada Mas, waktu saya tugas pagi di sini. Tapi sekarang sudah dilepas, nggak tahu siapa. Saya tadi pulang dulu istirahat," ujar Jalal, anggota supeltas (sukarelawan pengatur lalu lintas) warga Babadan, Teloyo.

Advertisement

Hilang dari Klaten, poster yang sama muncul di daerah Daleman, Desa Jetis Kecamatan Baki, Sukoharjo. Wilayah itu memang tidak terlalu jauh, dan merupakan perbatasan antara Kabupaten Klaten dengan Sukoharjo.

Pantauan merdeka.com, Jumat (10/9) sore, poster bergambar Munir dan "Dipaksa Sehat Dinegara Yang Sakit" ditempel di jembatan Jalan Daleman - Solo. Satu poster bergambar Munir lainnya tertempel Pos Polisi Daleman.

Advertisement

Warga membaca poster yang ditempel di jembatan. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo.

Selain menanyakan penyelesaian kasus Munir, di bagian bawah juga ditulis tentang kisah meninggalnya aktivis HAM itu.

"Munir Said Thalib (1965-2004) Yang semasa hidup berjuang untuk keadilan dan tegaknya HAM di Indonesia dibunuh dalam operasi intelijen negara. Kasus ini ditetapkan sebagai pembunuhan berencana, tapi belum diungkap dalangnya hingga hari ini. LAWAN !!!"

Poster Munir lainnya bertuliskan, "Sebagai kasus HAM berat! TUNTASKAN !!!. 7 September 2004 - 2021, 17 tahun umur kasusnya, sudah dapat KTP!"

Seperti di Klaten, tak ada satu pun warga tahu kapan dan siapa pemasang poster-poster itu. Apalagi pos polisi di Pasar Daleman juga jarang digunakan petugas kepolisian.

"Mungkin semalem masangnya mas. Saya juga baru tahu ini. Pos polisinya juga tak pernah ada petugas jaganya," tutur Suradi, warga setempat.

Baca juga:
Baliho Puan Maharani di Klaten Ditempeli Poster Munir
PSI Soal Spanduk Anies Capres: Jangan Lupa Tanggung Jawab
Tanggapan Wagub DKI Soal Spanduk Anies Capres 2024
Gerindra Soal Spanduk Anies Capres 2024: Punya Potensi, Tapi Tak Semudah Itu
PKS Soal Muncul Spanduk 'Anies for Presiden 2024': Ini Bagian dari Demokrasi
NasDem Sambut Baik Spanduk Anies Capres: Bentuk Ekspresi Warga

(mdk/yan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.