LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hendri culik lalu bunuh dan perkosa bocah SD di kebun sawit Rokan Hilir

Peristiwa itu berawal ketika korban pulang sekolah menggunakan seragam pramuka dan jilbab pada Rabu (24/10) siang. Karena khawatir dengan teriakan korban, pelaku menarik jilbab lalu melilitkan ke leher korban hingga meninggal dunia. Lalu pelaku memperkosa korban dalam kondisi tidak bernyawa.

2018-10-25 17:51:58
Pemerkosaan Anak
Advertisement

Hendri (32) ditangkap polisi setelah memerkosa dan membunuh siswi kelas 5 Sekolah Dasar di Desa Tanjung Medan Utara, Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. ‎Mirisnya, pelaku terlebih dahulu mencekik korban hingga tewas lalu memerkosanya.

‎Kapolres Rokan Hilir AKBP Sigit Adiwuryanto mengatakan, peristiwa itu berawal ketika korban pulang sekolah menggunakan seragam pramuka dan jilbab pada Rabu (24/10) sekitar pukul 12.30 WIB.

"Dalam perjalanan, pelaku menarik korban lalu membawanya‎ dalam kebun sawit milik warga, di Desa Tanjung Medan Utara. Kemudian korban berteriak meminta pertolongan," ujar Sigit kepada merdeka.com, Kamis (25/10).

Advertisement

Karena khawatir dengan teriakan korban, pelaku menarik jilbab lalu melilitkan ke leher korban hingga meninggal dunia. Lalu pelaku memerkosa korban dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah itu, pelaku merobek perut korban dengan pisau hingga isi dalam tubuh korban terburai keluar.‎ Pelaku melakukan itu agar mayat korban cepat membusuk dan tidak ketahuan warga.

"Pelaku mensiasati agar tidak ketahuan warga dengan cara menyayat perutnya pakai pisau yang telah disiapkannya. Tujuannya agar jasad korban cepat membusuk, dan tidak ketahuan orang lain," jelas Sigit.

Advertisement

Setelah melakukan aksi bejatnya, pelaku kabur. Lalu pada Rabu sekitar pukul 23.30 WIB, warga dan polisi menemukan jasad korban dengan pakaian pramuka dan perut terluka hingga isi perut terburai. Kemudian polisi mencari siapa pelaku pembunuhan terhadap korban.

"Dari keterangan saksi, Bahari Malau melihat pelaku kebetulan juga ikut bekerja untuk menimbang sawit menuju tempat penimbangan sawit yang berjarak 150 meter dari pondoknya," kata Sigit.

Sigit menyebutkan, Bahari sempat mendengar jeritan anak perempuan namun tidak memperdulikan karena hanya sekejap. Setelah lama menunggu buah yang ditimbang pelaku dan saksi merasa curiga didapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

"Setelah mendapat kesaksian warga, petugas melakukan penangkapan terhadap pelaku (Hendri) Kamis dini hari di rumahnya," kata Sigit.

Kepada polisi, Hendri yang masih berstatus lajang ini awalnya tidak mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap korban. Namun setelah ditemukan satu helai baju di dalam rumahnya, ada bekas 5 jari korban, dia tak bisa mengelak.

"Akhirnya pelaku mengakui perbuatannya (membunuh lalu memperkosa korban) sebanyak satu kali. Saat ini pelaku sedang kita interogasi," pungkas Sigit.

Baca juga:
Kasus pemerkosaan karena medsos, saatnya usia pengguna dibatasi
Pelajar SMP diperkosa 4 pria mabuk usai lewat gubuk di Cikupa
Polisi ringkus pemerkosa WNA asal Inggris
Iran hukum gantung sembilan pria pelaku pemerkosaan massal
Alasan sudah dikasih makan enak, ayah tiri minta bersetubuh dengan anak
Pemuda di Kampar gagal perkosa tetangga usai tepergok warga sedang pakai kondom
Istri meninggal, ayah di Msi Rawas perkosa anak kandung hingga melahirkan

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.