Hendri Botak nekat maling motor meski sudah empat kali masuk penjara
Hendri Botak nekat maling motor meski sudah empat kali masuk penjara. Yang paling mengejutkan, seluruh keluarganya juga pernah dipenjara. Mulai dari ayah hingga empat saudaranya. Kasusnya terbilang berat mulai dari perampokan, pembunuhan dan perkosaan.
Hendri Botak (34) babak belur dihajar massa setelah tepergok beraksi mencuri sepeda motor. Dia berhasil kabur dari amukan massa, namun pelariannya berakhir. Polisi membedil kaki kiri Hendri.
Pelaku melancarkan aksinya bersama rekannya, DV (DPO) di Jalan Letnan Hadin, Komplek Transmigrasi, Palembang, Rabu (24/5) malam. Baru saja mencongkel sepeda motor Honda CS BG 2357 TK, aksi mereka dipergoki warga.
Tersangka yang tinggal di Jalan Ariodilah, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, itu mengaku menenggak minuman keras terlebih dulu agar berani dalam beraksi. Dia yakin pasti berhasil karena rekannya sudah terbiasa melakukan curanmor.
"Lagi nongkrong diajak maling. Tapi biar semangat dan berani minum Vodka dulu," ungkap tersangka Hendri di Mapolsek Ilir Timur I Palembang, Kamis (25/5).
Tersangka yang tubuhnya penuh tato itu telah empat kali keluar masuk penjara dengan berbagai kasus kejahatan. Mulai dari senjata tajam, pengancaman, pembobolan rumah, dan curanmor.
"Sejak 2008 masuk penjara, seingat saya sudah empat kali, terakhir tahun kemarin. Ya, semuanya karena susah cari duit," katanya.
Yang paling mengejutkan, seluruh keluarganya juga pernah dipenjara. Mulai dari ayah hingga empat saudaranya. Kasusnya terbilang berat mulai dari perampokan, pembunuhan dan perkosaan.
"Ayah sama saudara-saudara saya pernah di penjara semua, tapi sudah keluar semua, sudah taubat. Tinggal saya yang masih maling," kata dia.
Kanit Reskrim Polsek Ilir Timur I Ipda Alkap mengatakan, tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman minimal lima tahun penjara. "Dua tahun lalu pernah saya tembak, sekarang saya lagi yang menembaknya. Tersangka ini memang sering beraksi di kampungnya sendiri," ucapnya.
(mdk/noe)