LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hendak melaut, seorang nelayan hilang setelah perahu digulung ombak

Hendak melaut, seorang nelayan hilang setelah perahu digulung ombak. Ombak yang cukup besar tidak membuat bapak dan anak ini mengurungkan niatnya melaut. Nahas, perahu boat yang baru lepas sekitar 150 meter dari bibir pantai, langsung dihantam gelombang.

2017-07-25 09:05:16
Tewas Tenggelam
Advertisement

Amsin (60), nelayan asal Banjar Munduk, Desa Air Kuning, Jembrana, Bali hilang setelah perahu yang ditumpanginya digulung ombak, Selasa (25/7). Informasinya, korban tidak sendiri saat melaut. Dia bersama putranya Miswadi (30) menuju pantai sekitar pukul 01.00 dini hari tadi.

Ombak yang cukup besar tidak membuat bapak dan anak ini mengurungkan niatnya melaut. Nahas, perahu boat yang baru lepas sekitar 150 meter dari bibir pantai, langsung dihantam gelombang.

Asmin (korban) yang duduk dibagian belakang perahu tercebur ke laut dan tenggelam. Sedangkan putra korban yang mengetahui bapaknya tercebur ke laut, berusaha menolong. Namun dia gagal karena korban sudah tenggelam dan menghilang. Akhirnya Miswadi memutuskan kembali ke darat untuk meminta pertolongan warga.

Advertisement

"Begitu kami terima laporan ada warga kami tenggelam, kami bersama Bhabinkamtibmas dan warga langsung menuju ke lokasi dan berusaha melakukan pencarian," terang Samanhuri, Perbekel Air Kuning, Selasa (25/7) pagi.

Dia menuturkan, karena situasinya gelap maka pencarian di bibir pantai dan di tengah laut dihentikan sementara. Dia mengaku telah melaporkan musibah tersebut ke Polres Jembrana dan diteruskan ke tim SAR.

Pencarian korban kembali dilakukan pagi hari mulai pukul 05.00 WITA dengan melibatkan 10 personil tim SAR, anggota Polair Polres Jembrana, sejumlah nelayan setempat, lima orang penyelam tradisional dan masyarakat sekitar.

Advertisement

"Sejak pencarian kembali pagi tadi, hingga saat ini korban belum ditemukan dan pencarian masih berlangsung," tutup Samanhuri.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.