LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Helikopter yang jatuh di Poso tak sedang buru Santoso

Kecelakaan itu menewaskan 13 orang.

2016-03-20 20:47:41
Helikopter Jatuh
Advertisement

13 Anggota TNI AD dikabarkan tewas akibat helikopter yang ditumpanginya kecelakaan di Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (20/3) sekitar pukul 17.55 WITA. Kecelakaan itu disebabkan cuaca yang buruk dan tidak sedang laksanakan tugas operasi Tinombala atau operasi gabungan dengan Polri untuk mengejar kelompok bersenjata pimpinan Santoso.

"Penerbangan heli ini bukan dalam rangka operasi Tinombala melainkan sementara laksanakan tugas rutin saja," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapemda) VII/Wirabuana, Koloner Czi I Made Sutia yang dikonformasi, Minggu malam, (20/3) seputar helikopter naas yang jatuh di Kelurahan Kasiguncu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

I Made mengatakan, penumpang helikopter itu antara lain Komandan Korem (Danrem) 132 Tadulako, Kolonel Inf Syaiful Anwar bersama 12 anggotanya. Mereka sementara laksanakan tugas rutin. Helikopternya take off pukul 17.30 WITA di Desa Watutau, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kecelakaannya pukul 17.55 WITA.

Data sementara menyebutkan, pesawat helikopter yang nahas ini adalah pesawat Helly Bell 412 EP Nomor HA-5171. Selain memuat Danrem, Kolonel Inf Syaiful Anwar, juga memuat 12 orang lainnya yakni Kolonel Inf Ontang dari Badan Intelijen Negara (BIN), Kolonel Inf Herry dari Badan Isu Strategis (BAIS), Letkol Cpm Teddy ( Dan Denpom Palu, Mayor Fakih (Kapenrem), Kapten Yanto (Dokter Korem), Prada Kiki, Kapten Cpn Agung selaku pilot, Kapten Cpn Wirandi selaku co pilot, Letda Tito selaku co pilot, Sertu Bagus selaku mekanik, Serda Karmin selaku mekanik dan Pratu Bangkit selaku Avionic.

Sebelumnya, Kapendam ini telah memastikan jika 13 orang ini sudah meninggal dunia berdasarkan informasi lapangan. Adapun Pangdam VII/Wirabuana, Mayjen TNI Agus Surya Bakti yang dikonfirmasi hanya membalas pesan pendek via ponselnya. "Maaf saya sementara konsentrasi evakuasi," ujarnya tanpa menyebut posisi terakhirnya di mana.

Hal serupa juga disebut Karo Ops Polda Palu, Brijen Polisi Herry Nahak. Dia hanya menjawab singkat telepon konfirmasi bahwasanya tim evakuasi gabungan TNI dan Polri sudah di TKP laksanakan proses evakuasi.

Baca juga:
Terdengar suara ledakan saat Helikopter TNI jatuh di Poso
TNI sebut helikopter jatuh di Poso bukan karena ditembak
13 Jenazah kecelakaan helikopter TNI di Poso dievakuasi ke Palu

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.