'Helikopter TNI jatuh, kemungkinan salah pemeliharaannya'
"Ini kan bukan helikopter yang buruk, kemungkinan ada yang salah di pemeliharaannya," kata Connie.
Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menilai Helikopter Bell 205 A1 milik TNI Angkatan Darat yang jatuh di Sleman kurang diperhatikan pemeliharaannya. Padahal, helikopter buatan Amerika Serikat tersebut masih layak untuk terbang.
"Ini kan bukan helikopter yang buruk, kemungkinan ada yang salah di pemeliharaannya," kata dia saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (9/7).
Menurut Connie, helikopter yang dibuat tahun 1976 ini merupakan helikopter yang canggih. "Ini heli yang canggih, harganya juga enggak murah," papar dia.
Selain itu, kata dia, untuk memudahkan evakuasi, helikopter tersebut harus dipotong-potong. Tetapi, jika alat angkut memadai, bangkai helikopter bisa diangkut dalam keadaan utuh.
"Kalau alat angkut tidak memungkinkan membawa bangkai utuh, tidak masalah dipotong-potong," tutup Connie.
Sebelumnya, badan Helikopter HA-5073 milik TNI AD yang jatuh di Dusun Kowang, Tamanmartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat (8/7) mulai dievakuasi. Evakuasi badan pesawat helikopter tersebut dilakukan sejak Sabtu dini hari dengan cara dipotong-potong menggunakan gergaji mesin.
Potongan-potongan badan pesawat tersebut kemudian diangkut ke dalam tiga buah truk TNI AD milik Kodam IV Diponegoro.
"Potongan-potongan badan pesawat diangkut ke dalam truk secara manual dengan cara digotong puluhan tentara, karena mobil crane yang didatangkan tidak dapat masuk ke lokasi," kata warga setempat Priharyanto, Sabtu (9/7).
(mdk/noe)