LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Hasyim kecewa negara diam saja nama Din Syamsuddin dicatut ISIS

Selain nama Din Syamsuddin, ada lima WNI lain yang disebut terkait dengan jaringan ISIS.

2014-12-03 17:25:22
Ekstremis ISIS
Advertisement

Mantan Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Hasyim Muzadi mengaku terkejut jika Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang terkait erat dengan gerakan Islamic State Iraq and Syiria (ISIS). Nama Din Syamsuddin sebelumnya ditulis sebuah media online berbahasa Arab, Almashhad-Alyemeni dalam daftar teroris dan tokoh yang diduga terkait erat dengan ISIS.

"Wah kalau itu saya belum dengar," kata Hasyim di Kantor ICIS, Jalan Prapanca Buntu No 118 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).

Namun apabila keberadaan informasi itu benar adanya, maka menurut dia, pemerintah kurang memproteksi kebenaran setiap kabar yang terkait dengan gerakan keras Islam.

"Ini menunjukkan negara bahwa tidak memfilter adanya informasi itu," katanya.

Sebelumnya media online berbahasa Arab, Almashhad-Alyemeni merilis daftar teroris dan tokoh-tokoh yang terkait erat dengan gerakan Islamic State Iraq and Syiria (ISIS). Dari 119 nama yang disebut, nama Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin berada di peringkat 101.

Menurut situs tersebut, data itu diperoleh dari Kementerian Luar Negeri AS. Namun hingga berita ini diracik, belum ada konfirmasi resmi dari AS.

Selain nama Din Syamsuddin, ada lima WNI lain yang disebut media tersebut. Mereka adalah Nahdi Saleh Zaki (pengkhotbah), Brigadir Kesabaran (Ketua Dewan Ulama Indonesia), Shahura Mohammed (pengkhotbah), Mohammed Zaitun (Presiden Persatuan Masyarakat Islam) dan Salim Sagaf Jaffery yang kemudian diidentifikasi sebagai Salim Jufri Assegaf.

Saat dikonfirmasi di Kantor Muhammadyah kemarin, Din Syamsuddin sendiri menanggapi santai informasi itu. Din malah mengaku tidak kaget dengan daftar tersebut. "Tidak ada respon, saya juga tidak kaget. Itu berita lucu, iseng, ngawur dan gila," kata Din Syamsuddin, di Jakarta, Selasa (2/12).(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.