Hasto: Indonesia bangsa besar dengan warisan peradabannya
Bahkan, bicara soal pusaka juga tidak lepas dari falsafah kehidupan dan komitmen membentengi nusantara. Sebagai warisan budaya nusantara, banyak pusaka yang sangat legendaris karena dipegang oleh tokoh-tokoh penting dalam peranannya berjuang di nusantara ini sejak beberapa abad lalu.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menghadiri konsolidasi di Kabupaten dan Kota Cirebon, Jawa Barat. Dalam kunjungannya itu, Hasto menyempatakan 'mampir' ke Keraton Kasepuhan Cirebon
Di sana, Hasto melihat satu per satu stand pameran benda pusaka yang menjadi warisan budaya nusantara, mulai dari Jawa, Bali, Kalimantan, dan daerah-daerah lain. Beberapa stand bahkan secara khusus memberikan keris kepada Hasto sebagai kenangan.
"Pameran pusaka dan tosan aji ini tentu bisa menggelorakan jiwa dan semangat sebagai bangsa yang kaya dengan budaya. Ini bukan sekadar tosan aji yang dipamerkan, tetapi ini upaya melestarikan nilai-nilai kehidupan umat manusia. Dari sinilah kita meyakini bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan warisan peradaban yg seharusnya membuat kita berani tampil dengan percaya diri," ujar Hasto, Minggu (17/9).
Hasto mengungkapkan, melalui benda-benda pusaka, masyarakat bisa memahami budaya suatu daerah. Hasto mencontohkan pusaka keris yang populer sejak zaman Majapahit. Di setiap daerah, keris memiliki kekhasan sendiri-sendiri dalam penampilan, fungsi, teknik garapan, dan peristilahannya.
Bahkan, bicara soal pusaka juga tidak lepas dari falsafah kehidupan dan komitmen membentengi nusantara. Sebagai warisan budaya nusantara, banyak pusaka yang sangat legendaris karena dipegang oleh tokoh-tokoh penting dalam peranannya berjuang di nusantara ini sejak beberapa abad lalu.
"Maka, melalui pameran pusaka ini, tentu juga sebagai bagian dari upaya dan komitmen untuk menjaga warisan budaya nusantara," tuturnya.
Selain berkeliling ke stand pameran pusaka, dalam kunjungannya ke Keraton Kasepuhan Cirebon Hasto juga bertemu dengan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat. Keduanya berdiskusi perihal banyaknya warusan budaya dan bagaimana komitmen pemerintahan dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang memberikan perhatian serius.
Seperti diketahui, Pameran Benda Pusaka ini bagian dari rangkaian Festival Keraton Nusantara (FKN) 2017. Dalam acara yang berlangsung sejak tanggal 15-20 September ini, hadir 50 keraton senusantara dan 100 peninjau dari 150 keraton, dan Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai tuan rumah.
Baca juga:
Ikut CCTI, Anda bisa tinggal di rumah warga Jepang dan belajar langsung budayanya
Antusiasme pedalang cilik di Bogor unjuk kebolehan
Meriahnya karnaval 'Persatuan dan Kesatuan' Desa Banjarsari, Malang
Pesona 1.074 idang talam di Banda Aceh pecahkan rekor MURI
Tradisi bakar apam di Aceh nyaris punah usai tsunami
Sambut HUT RI, ribuan penari tradisional semarakkan Car Free Day