Hasil autopsi, tubuh Akseyna penuh luka memar akibat benda tumpul
Musyafak menduga Aksyena belum meninggal dunia saat tenggelam karena terdapat pasir dan air pada tubuhnya.
Tim dokter Rumah Sakit Polri Kramat Jati menemukan luka memar disejumlah tubuh mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Aksyena Ahad Dori (18) yang ditemukan meninggal dunia di Danau Kenanga. Tanda itu bisa didapat dari pukulan tangan atau benda lain.
"Bisa macam-macam pukulannya akibat pukulan stik (tongkat) atau tangan," kata Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Musyafak di Jakarta, Selasa (14/4).
Namun, Musyafak menyatakan luka memar pada tubuh korban juga dapat disebabkan akibat benturan lain. Dia juga enggan menyimpulkan penyebab kematian Aksyena karena dibunuh.
Musyafak menduga Aksyena belum meninggal dunia saat tenggelam karena terdapat pasir dan air pada tubuh mahasiswa jurusan Biologi tersebut. "Artinya korban masih bernapas saat tenggelam ke dalam air," ungkapnya.
Namun, hasil forensik tidak dapat memastikan korban tenggelam dalam kondisi sadar atau tidak sadarkan diri.
Sebelumnya, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di danau Kenanga kawasan kompleks Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya pria nahas tersebut. Diketahui mayat tersebut bernama Akseyna Ahad Dori yang merupakan mahasiswa UI.
Pertama kali mayat itu ditemukan oleh mahasiswa bernama Fauzi, yang curiga dengan penampakan tangan yang mengambang di pinggir danau. Setelah dicek, ternyata dugaannya benar, penampakan itu adalah sesosok mayat.
Setelah itu petugas melakukan pengecekan. Mayat yang berada di pinggir danau itu lantas diangkat dari danau, untuk kemudian dibawa oleh pihak kepolisian ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan visum.(mdk/eko)