LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Harta benda ludes terbakar, mimpi Arief mudik pun buyar

Dia kini hanya berharap bisa kembali membuka usahanya.

2016-06-27 11:18:08
Kebakaran di Makassar
Advertisement

Musibah kebakaran besar baru saja terjadi di Makassar, tepatnya di Pasar Pannampu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Minggu (26/6) kemarin, sekitar pukul 13.30 WITA. Sebanyak 67 rumah dan kios ludes dilalap api, serta 19 rumah sekaligus kios lainnya ikut dirusak buat membuka akses pemadaman.

Sejak Senin (27/6) pagi, suasana kontras terjadi di Pasar Pannampu. Sebagian pedagang sibuk bertransaksi dengan pembelinya, lainnya mengais-ngais di antara puing-puing sisa kebakaran.

Muhammad Arief (23), pedagang hasil bumi baru dua tahun merintis usaha bersama sang istri, Rahmawati (23), di salah satu kios di pasar itu turut menjadi korban kebakaran.

Maksud hati hendak mudik ke kampung asal, tapi apa daya mimpi itu pun buyar. Prioritasnya adalah menyingkirkan puing-puing itu, lalu mencoba membangun kembali rumah atau kios secara darurat supaya usahanya bisa kembali berjalan, meski harus dimulai lagi dari awal.

Bapak satu anak ini saat ditemui di kiosnya yang hangus itu mengatakan, biasanya saban Idul Fitri, dia bersama anak dan istrinya mudik ke Kabupaten Jeneponto. Sekitar 60 kilometer dari Makassar.

"Rencananya mudik hari Minggu (3/6) depan, tapi karena musibah ini kita belum bisa pastikan apakah jadi mudik atau tidak. Karena yang penting sekarang adalah membersihkan kios dan pasang tenda supaya biasa jualan lagi," kata Arief.

Menurut Arief, nilai kerugian ditanggungnya akibat kebakaran itu diperkirakan sekitar Rp 100 juta. Antara lain hasil bumi berupa beras, telur, gula merah, kacang tanah, jagung yang totalnya sekira 13 ton. Lantas barang-barang rumah tangga dan satu mesin giling tepung, yang harganya kini Rp 13 juta. Serta termasuk uang tunai senilai Rp 30 juta ludes dilalap api.

Di bekas kios Muhammad Arief ini, beberapa kerabatnya sibuk mengais-ngais sebagian beras, kacang tanah, jagung yang sebagian besar sudah rusak. Semuanya dikumpulkan dalam karung.

"Harapannya siapa tahu ada yang mau beli untuk dijadikan pakan ternak. Tapi kalau tidak ada yang beli maka dibuang saja," ujar Arief lirih.

Mertua Arief, Zubaedah (51), juga nampak di kios itu. Sembari memegang album foto pernikahan anaknya sudah terbakar, Zubaeda bertutur dengan mata berkaca-kaca.

Advertisement

"Tidak ada baju-bajunya anakku yang selamat," tuturnya.

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.