LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Harimau Sumatera Kembali Serang Lembu Milik Warga di Langkat

Berdasarkan analisis BBKSDA, si belang yang memangsa lembu itu merupakan satwa yang menyerang ternak warga di Desa Lau Damak, beberapa hari sebelumnya.

2021-01-12 00:04:00
Hewan Liar
Advertisement

Serangan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) terjadi lagi di kawasan Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumut, Senin (11/1). Satwa dilindungi itu kembali memangsa ternak lembu milik warga.

“Tadi pagi terjadi di Kecamatan Bahorok, harimau memangsa lembu di Desa Batu Katak,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi.

Berdasarkan analisis BBKSDA, si belang yang memangsa lembu itu merupakan satwa yang menyerang ternak warga di Desa Lau Damak, beberapa hari sebelumnya. Dua lokasi konflik itu hanya sekitar 2 Km yang masih berada di jarak jelajah harimau.

Advertisement

Sebelumnya, karena keadaan semakin tidak kondusif, pihak BBKSDA sudah memasang kandang jebak di Desa Lau Damak. Mereka juga memasang kamera trap di sana. Namun harimau itu diduga malah menjauh hingga akhirnya memangsa ternak di Desa Batu Katak.

BBKSDA mencatat sekurangnya sudah terjadi 20 kali serangan harimau sumatera di kawasan itu. Korban konflik ini umumnya lembu yang merupakan ternak milik warga.

Hotmauli merinci, pada Januari 2020 terjadi 2 konflik, Februari 2 peristiwa, Mei 5 kejadian. “Juni 6 kali, Oktober 2 kali, Desember 2 kali dan Januari terjadi lagi,” sambungnya.

Advertisement

Serangan harimau itu terjadi di Bahorok, Besitang dan Batang Serangan, tiga kecamatan di Langkat yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).

“Areal itu, secara hukum statusnya hutan, tapi vegetasinya sudah menjadi kebun sawit dan karet dan sudah berlangsung lama, tanamannya pun sudah tua,” jelas Hotmauli.

Konflik terjadi karena belakangan ini warga memelihara ternak di kebun itu. Mereka tidak mengandangkannya. Puluhan bahkan ratusan ekor lembu dibiarkan di sana. Bahkan ada yang diikat di bawah pohon sawit.

“Sementara harimau aktifnya sore, malam, dan subuh. Daerah itu masuk kawasan jelajahnya. Ternak yang tiduran, apalagi diikat, menjadi mangsa empuk. Itu sebenarnya yang terjadi di sana,” papar Hotmauli.

BBKSDA bersama Pemkab dan BBTNGL sudah mengimbau warga agar mengandangkan ternaknya. Namun, imbauan itu hanya dituruti ketika ada konflik dengan harimau.

Hotmauli memaparkan, relokasi harimau sumatera itu merupakan pilihan terakhir. “Karena manusia yang merangsek ke rumahnya,” jelasnya.

Baca juga:
Lumba-Lumba Hidung Botol Ditemukan Mati di Pantai Rambut Siwi Jembrana
Banyak Anjing Berkeliaran, Korban Gigitan Hewan Rabies di Mokomuko Tinggi
Dikira Ada Gempa, Ternyata Rumah Ditabrak Hiu Paus Tersesat di Sungai Kendari
Petugas BKSDA Evakuasi Hiu Paus dari Sungai di Kota Kendari
Bocah di Kotawaringin Timur Diselamatkan saat Kakinya Diterkam Buaya

(mdk/ray)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.