Hari pertama UN SMP/MTs, Mendikbud pantau ujian di Timika
Di Timika, pihaknya akan melakukan pemantauan UN tidak hanya UN Kertas Pensil (UNKP) tetapi juga UN Berbasis Komputer (UNBK). UN untuk tingkat SMP diikuti 55.719 SMP/MTs, sebanyak 28.609 sekolah menyelenggarakan UNBK dan 27.110 sekolah menyelenggarakan UNKP.
Sebanyak 4.296.557 siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs) mengikuti ujian nasional (UN) yang diselenggarakan hari ini, Senin (23/4) hingga Kamis (26/4).
"Persiapan UN berjalan lancar, kami berharap penyelenggaraan UN SMP tidak ada kendala. Hari ini, kami akan melakukan pemantauan UN di Timika, Papua," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy seperti dilansir dari Antara, Senin (23/4).
Di Timika, pihaknya akan melakukan pemantauan UN tidak hanya UN Kertas Pensil (UNKP) tetapi juga UN Berbasis Komputer (UNBK). UN untuk tingkat SMP diikuti 55.719 SMP/MTs, sebanyak 28.609 sekolah menyelenggarakan UNBK dan 27.110 sekolah menyelenggarakan UNKP.
UN untuk tingkat SMP mengujikan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Pada tahun ini, hanya dua provinsi yang menyelenggarakan UNBK 100 persen yakni DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Untuk UN susulan sendiri akan dilangsungkan pada 8 dan 9 Mei 2018, serta pengumuman pada 23 Mei.
Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ditjen Dikdasmen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Supriano meminta siswa yang akan mengikuti ujian nasional (UN) SMP sederajat untuk tidak stres menghadapinya karena tidak lagi digunakan sebagai syarat kelulusan.
"Tidak perlu stres menghadapi UN, karena UN bukan lagi syarat kelulusan melainkan hanya digunakan untuk pemetaan pendidikan," kata Supriano.
Baca juga:
Server down, pelajar di Tangsel tak bisa akses soal UNBK
Persiapan SMPN 34 Pademangan jelang UNBK
Soal UNBK sulit, Pemprov DKI akan beri masukan untuk Kemendikbud
Siswa keluhkan sulitnya soal matematika UN, ini tanggapan Mendikbud
Soal dinilai terlalu sulit, Kemendikbud evaluasi materi UN