Hari lahir WR Supratman akan ditetapkan sebagai Hari Musik
Penetapan 9 Maret sebagai Hari Musik Indonesia telah disetujui Presiden SBY.
Ketua Umum Ketua Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Tantowi Yahya meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk segera mengesahkan tanggal 9 Maret sebagai 'Hari Musik Indonesia'.
"Kita minta Pak SBY menetapkan Tanggal lahir WR Supratman sebagai Hari Musik Indonesia yang akan diperingati setiap tahun. Alhamdulillah beliau setuju," jelas Tantowi kepada merdeka.com, Jakarta, Sabtu (4/8).
Anggota DPR asal Partai Golkar ini menambahkan, Hari Musik Indonesia ini akan diperingati dalam setiap tahunnya. Walau pun bukan hari libur.
"Adanya Hari Musik akan memberikan kebanggaan besar bagi seluruh penggiat musik di negeri ini. Di samping menunjukkan perhatian pemerintah atas kelompok profesi masyarakat yang kerap mengharumkan nama bangsa dan negara," jelas anggota Komisi I DPR ini.
Terkait banyaknya bajakan dan perlindungan hak cipta atau karya terhadap musik, Tantowi menegaskan, Presiden SBY juga sepakat dan menerima usulan Pappri.
"Yaitu untuk membentuk Tim Khusus Penegakan Haki yang beranggota para menteri dan pejabat tinggi negara terkait dan langsung melapor ke Presiden. Ini luar biasa," tandasnya.
Sebelumnya juga diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diangkat menjadi Ketua Dewan Pembina Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI). SBY memenuhi permintaan Ketua Umum DPP PAPPRI Tantowi Yahya saat bertemu presiden belum lama ini.
Pengangkatan ini dilakukan atas sejumlah pertimbangan. Selain sebagai kepala negara, sebagai pribadi SBY juga dianggap termasuk komunitas seniman, khususnya sebagai pencipta lagu. Pasalnya SBY sempat menciptakan beberapa lagu seperti United and Rising dan Budi Temanku.
Pertemuan ini dilakukan di Istana Kepresidenan pada Rabu (30/7) lalu.
"Permohonan tersebut direspons positif dengan kesediaan Bapak Presiden SBY menjadi Ketua Dewan Pembina PAPPRI 2012-2017," kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha ketika dihubungi wartawan, Rabu (30/7).(mdk/bal)