Hari keempat evakuasi, tim butuh tambahan personel
Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Beratnya medan yang dilalui membuat fisik tim evakuasi di atas puncak mulai menurun dibandingkan sebelumnya.
Proses evakuasi korban dan bangkai pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, memasuki hari keempat. Beratnya medan yang dilewati membuat tim menghabiskan tenaga yang tidak sedikit. Meski demikian, tim terus berusaha melanjutkan pencarian jasad korban dan kotak hitam di antara puing-puing pesawat.
Kepada merdeka.com Minggu (13/5), salah satu anggota Tim SAR yang enggan disebutkan namanya mengakui untuk sampai ke titik jatuhnya pesawat butuh stamina yang fit. Curamnya tebing dan dalamnya lembah membuat mereka ekstra hati-hati. Sebab, jika salah perhitungan bukan tidak menimbulkan korban baru.
Sebagai manusia biasa, tak bisa dipungkiri fisik para tim evakuasi yang di atas puncak mulai menurun jika dibandingkan hari-hari sebelumnya. Siang ini, posko Pasir Pongkor, Cijeruk, telah menyulpai logistik seperti makanan, minuman serta obat-obatan.
"Kalau soal akan ada aplusan atau tidak itu tergantung pimpinan. Cuma kalau memang ada yang tidak kuat dan minta diganti, tentu akan diganti," cerita pria tersebut.
Hari ini cuaca di sekitar Gunung Salak cukup cerah. Meski angin yang bertiup juga sangat kencang.
Namun, proses evakuasi sejak pagi hingga siang ini tidak selancar hari sebelumnya. Sejak pagi tadi sekitar pukul 07.00 memberangkatkan 2 kantong jenazah ke Lanud Halim Perdanakusuma, heli baru terlihat terbang kembali menjemput kantong jenazah ke lokasi jatuhnya pesawat pada pukul 11.20 WIB. Padahal hari sebelumnya, lalu lintas heli di udara terlihat lebih ramai.
Saat ditanya kepada petugas apakah memang ada instruksi evakuasi dihentikan sementara, mereka menampiknya
"Ini bukan dihentikan karena masalah angin, tapi petugas yang di atas sedang membereskan kantong mayat yang akan diangkut menuju ke sini," jelas pria itu lagi.
Proses evakuasi korban pesawat buatan Rusia ini ternyata mengundang perhatian penduduk sekitar. Warga datang berbondong-bondong sejak pagi hari. Bahkan di antara mereka ada yang benar-benar persiapan seperti membawa tikar juga perbekalan.(mdk/lia)