Hari ini, jemaah tarekat Syattariyah mulai puasa
Jika pemerintah dan instansi terkait sudah menggunakan peralatan canggih untuk melihat hilal atau pergantian bulan dalam hitungan hijriyah, jemaah tarekat Syattariyah masih menggunakan mata telanjang dalam melakukan hal tersebut.
Ratusan jemaah tarekat Syattariyah yang berasal dari Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat baru berpuasa pada Jumat (18/5). Dalam melihat hilal, mereka masih menggunakan cara konvensional untuk melaksanakan ibadah puasa.
Jika pemerintah dan instansi terkait sudah menggunakan peralatan canggih untuk melihat hilal atau pergantian bulan dalam hitungan hijriyah, jemaah tarekat Syattariyah masih menggunakan mata telanjang dalam melakukan hal tersebut.
"Sesuai dengan kepercayaan yang diturunkan secara turun temurun, kami baru melihat bulan muncul sore ini, itu artinya 1 Ramadan jatuh pada Jumat ini," kata salah seorang jemaah tarekat Syattariyah, Syafaruddin, Kamis (17/5).
Meskipun baru akan berpuasa hari ini, Jumat (18/5), Syafruddin mengatakan, jika dirinya menghormati umat Islam lainnya yang telah memulai lebih dulu. Mengingat pemerintah menetapkan hari pertama puasa pada Kamis (17/5).
"Walau berbeda cara penetapannya, yang penting kita tidak beda dalam cara pelaksanaan puasa dan ibadah lainnya. Beda dalam menetapkan itu, hal yang biasa," ujarnya.
Dia mengungkapkan, setiap tahunnya jemaah tarekat Syattariyah memang selalu lambat sehari atau dua hari dari lainnya dalam menetapkan ibadah puasa.
"Itu karena kita sama-sama memiliki cara sendiri-sendiri dalam menetapkan, kapan masuknya 1 Ramadan. Yang penting adalah saling menghargai, dan selama ini kan tidak ada muncul perpecahan," tambahnya.
Jemaah tarekat Syattariyah, Syafaruddin menambahkan, tersebar di sejumlah daerah di Sumbar bahkan ada juga di Riau, Jambi, hingga Jakarta.
"Kalau di sini hujan, biasanya para Tuanku, akan berkoordinasi dengan tuanku-tuanku yang ada di Tanah Datar atau Dharmasraya, namun karena sore ini cuaca cerah, dan kita sama-sama bisa melihat bulan sabit sudah muncul, sudah dipastikan besok kami akan mulai berpuasa," pungkasnya.
Sementara itu, Pimpinan tarekat Syattariyah Tuanku Ali Imran membenarkan, 1 Ramadan 1439 Hijriah berdasarkan perhitungan tarekatnya jatuh pada Jumat (18/5). Dia mengklaim telah menginformasikan dengan seluruh jemaah tarekat Syattariyah yang berada di beberapa daerah mengenai penetapan ini.
"Kami telah melakukan pemantauan hilal di Pantai Ulakan, sekitar pukul 18.17 WIB. Secara kasat mata kita melihat penampakan bulan sabit, yang artinya 1 Ramadhan sudah masuk," tutupnya.
Baca juga:
Ini jadwal berbuka puasa Ramadan hari ke 2, 18 Mei 2018
Kekhusyukan warga Pasar Gembrong salat Tarawih hingga ke JPO
Hari pertama Ramadan, ribuan umat Islam nikmati 3.500 paket buka puasa di Istiqlal
Penyandang tunanetra di Medan isi Ramadan dengan tadarusan
Berburu hidangan buka puasa di Pasar Benhil